Tagihan Kartu Kredit Asisten Imam Nahrawi Mencapai Rp 244 Juta

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020. Penasihat hukum Imam Nahrawi, Wa Ode Nur Zainab juga mengajukan penangguhan penahanan atas kliennya kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor, lantaran kondisi kesehatan Imam yang semakin memburuk. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri tagihan kartu kredit asisten pribadi eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, yang mencapai Rp 244 juta.

Istri Miftahul Ulum, Yuyun Sulistyawati, diperiksa dalam sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Jumat, 21 Februari 2020. Meski begitu, Yuyun tak tahu menahu ihwal tagihan kartu kredit suaminya itu.

"Saya hanya mengetahui Pak Ulum punya kartu kredit di Bank Mandiri, tagihannya juga tidak tahu," kata Yuyun yang juga asisten pribadi istri Imam Nahrawi, Shobinaj Rohmah kepada Jaksa, Jumat siang.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Ronald Worotikan, menanyakan ihwal keikutsertaan Yuyun ke Kepulauan Seribu bersama rombongan keluarga Imam Nahrawi. Hal ini lantaran tagihan kartu kredit menunjukkan transaksi penyewaan kapal Sea Leader Marine ke pulau Pelangi.

Yuyun mengaku pernah diajak suaminya ke Kepulauan Seribu pada tahun 2016. Kala itu Miftahul Ulum belum menjadi aspri istri Imam. "Saya sudah lupa pastinya dalam kegiatan apa dan siapa saja yang ikut saat itu," ujarnya.

Selain itu, Yuyun juga mengaku Miftahul tak pernah bercerita siapa yang membayar tagihan Rp 244 juta itu. Yuyun tak tahu apakah tagihan itu dibayarkan oleh suaminya maupun seorang bendahara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Jaksa mengatakan, tagihan kartu kredit itu berjumlah besar. Untuk itu, Yuyun ditanyai ihwal gajinya dan Miftahul Ulum kala menjadi honorer di Kemenpora.

"Rp 3 juta kalau (gaji) saya. (Kalau Miftahul) saya enggak tahu, sama (seperti saya) kayaknya," kata Yuyun. Dia mengaku tak tahu gaji suaminya, dan tak perah ditunjukkan slip gaji aspri Imam itu. Dia juga tak tahu apakah Miftahul menerima gaji lain selain gaji sebagi honorer di Kemenpora.

Adapun jaksa kembali menanyai Yuyun ihwal keterlibatan suaminya mengurus proposal dana hibah KONI maupun kunjungan Miftahul ke kantor KONI. Yuyun berulang kali menyatakan tak tahu dan tak pernah diceritakan suaminya.

Sebelumnya, Jaksa KPK mendakwa Miftahul Ulum menerima uang sebesar R p11,5 miliar terkait kasus suap pengurusan dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi.

Jaksa menegaskan bahwa Miftahul dan Imam menerima suap dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara Umum KONI, Johnny E Awuy. Jaksa menyebut Miftahul dan Imam mengetahui bahwa hadiah tersebut diberikan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan Bantuan Dana Hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora pada 2018.

Atas perbuatannya, Ulum didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.






Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

5 hari lalu

Penyelidikan Hibah PON XX KONI Papua Barat Dihentikan, Jaksa: Jika Ada Bukti Baru Dibuka Kembali

Kejati Papua Barat menghentikan penyelidikan dugaan kasus penyalahgunaan hibah PON XX pada organisasi KONI Papua Barat.


KONI Klaim Hadiah Pemenang Indonesia International Marathon Jack Ahearn Sudah Lunas

26 hari lalu

KONI Klaim Hadiah Pemenang Indonesia International Marathon Jack Ahearn Sudah Lunas

Ada 2 pelari asing pemenang Indonesia International Marathon yang hadiahnya belum dibayarkan. Sandiaga Uno angkat bicara.


Polemik Hadiah Indonesia International Marathon untuk Pelari Asing, Ini Penjelasan KONI Pusat

26 hari lalu

Polemik Hadiah Indonesia International Marathon untuk Pelari Asing, Ini Penjelasan KONI Pusat

Indonesia International Marathon digelar pada 26 Juni 2022 di Bali. Sebagai pemenang, pelari asing, Jack Ahearn, mengaku belum menerima hadiahnya.


Menjadi PNS, Profil Ni Nengah Widiasih Peraih Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

45 hari lalu

Menjadi PNS, Profil Ni Nengah Widiasih Peraih Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Ni Nengah Widiasih beserta ratusan atlet lainnya mengambil sumpah sebagai PNS di Lingkungan Kemenpora. Berikut profil dan sederet pestasinya.


Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

46 hari lalu

Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

Satreskrim Polres Bogor membongkar motif pembunuhan Bendahara KONI yang didalangi oleh anggota TNI AU.


Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Ni Nengah Widiasih Menjadi PNS di Kemenpora

46 hari lalu

Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Ni Nengah Widiasih Menjadi PNS di Kemenpora

Ni Nengah Widiasih beserta ratusan atlet lain meraih penghargaan dan kesetaraan sebagai PNS di lingkungan Kemenpora. Atlet paralimpiade ini bahagia.


Pegadaian dan Kemenpora Jalin Kerja Sama

47 hari lalu

Pegadaian dan Kemenpora Jalin Kerja Sama

Kerja sama dalam hal literasi, penyediaan produk, layanan dan pelaksanaan kegiatan corporate social responsibility


Diperiksa KPK di Kasus Formula E, Eks Sesmenpora Ungkap Legalitas dan Anggaran

16 Juni 2022

Diperiksa KPK di Kasus Formula E, Eks Sesmenpora Ungkap Legalitas dan Anggaran

Gatot S. Dewa Broto menjelaskan kepada penyelidik KPK mengenai masalah legalitas hingga anggaran dari balap Formula E


Luluk Diana Rebut Juara Dunia Angkat Besi Remaja di Meksiko

14 Juni 2022

Luluk Diana Rebut Juara Dunia Angkat Besi Remaja di Meksiko

Atlet angkat besi putri Indonesia Luluk Diana tampil sebagai juara dunia remaja di kelas 49 kg


Dinilai Berhasil di SEA Games, Kemenpora Bakal Dapat Tambahan Anggaran

11 Juni 2022

Dinilai Berhasil di SEA Games, Kemenpora Bakal Dapat Tambahan Anggaran

DPR RI berencana menambah anggaran untuk Kemenpora menjadi Rp 3 triliun karena dinilai berhasil di SEA Games 2021 Vietnam.