Menkes Sebut KRI Soeharso Layak untuk Pulangkan WNI di Jepang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Tim kesehatan mengevakuasi prajurit yang terluka ke KRI dr Soeharso-990 setelah terlibat baku tembak dengan musuh saat Simulasi Latihan Kesehatan Terpadu TNI AL di Surabaya, Jawa Timur, 28 Juli 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    Helikopter Tim kesehatan mengevakuasi prajurit yang terluka ke KRI dr Soeharso-990 setelah terlibat baku tembak dengan musuh saat Simulasi Latihan Kesehatan Terpadu TNI AL di Surabaya, Jawa Timur, 28 Juli 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa Kapal Republik Indonesia atau KRI Soeharso 990 layak digunakan untuk memulangkan WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess di Jepang.

    "Ini kapal rumah sakit yang punya kemampuan melakukan perawatan dan sebagainya. Karena ini kan kapal yang dirancang untuk mengatasi penyakit apapun," kata Terawan saat meninjau KRI Soeharso di Dermaga Komando Armada II Surabaya, Kamis malam, 20 Februari 2020.

    Pemulangan para WNI menggunakan kapal milik TNI AL tersebut menjadi salah satu opsi yang diajukan kepada Presiden Jokowi. Opsi lainnya adalah memulangkan WNI menggunakan jalur udara.

    Terawan mengatakan bahwa kapal yang sering disebut Rumah Sakit Apung Soeharso itu memiliki sejumlah fasilitas kesehatan yang dinilai telah memenuhi persyaratan. Kapal itu memiliki ruangan isolasi, ruangan karantina dan sistem aliran udara satu arah untuk mencegah terjadinya penularan virus.

    Adapun pengecekan yang dilakukan Terawan ini merupakan memeriksa kesiapan sarana prasarana untuk menjemput WNI di Jepang. Namun, sejauh ini, keputusan penjemputan WNI masih harus dibahas lebih lanjut.

    Sebanyak 78 WNI menjadi kru kapal Diamond Princess yang kini berada di perairan Yokohama, Jepang. Diantara mereka, sebanyak empat WNI dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19 dan dirawat di dua rumah sakit di Jepang. Sementara 74 WNI lainnya dinyatakan sehat dan rencananya akan dijemput oleh pemerintah Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.