Penataran P4 Lagi? Aktivis: Benahi Dulu Aturan Diskriminatif

Petugas PT KAI DAOP 1 menunjukan pin garuda di Stasiun Gambir, Jakarta, 1 Juni 2017. Dalam rangka memperingati HUT Pancasila PT KAI Daop 1memberikan pin dan bendera merah putih kepada penumpang kereta api. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pihak meminta pemerintah membenahi regulasi-regulasi yang diskriminatif sebelum pemerintah menghidupkan kembali Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Penataran P4). Direktur SETARA Institute, Halili, mengatakan program-program pemantapan nilai-nilai Pancasila memang diperlukan. Alasannya selama dua dekade terakhir pemerintah lalai menjaga kemantapan ideologi Pancasila pada masyarakat.

Namun Halili mewanti-wanti karena persoalan trauma soal P4 yang pernah dijadikan instrumen diktatorianisme dan otoriterianisme selama era Orde Baru. “Pemerintah harus mempertimbangkan sejumlah hal seperti dukungan publik dan substansinya,” kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 20 Januari 2020.

Halili menjelaskan sejumlah tindakan yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, yang saat ini terjadi tidak melulu dilakukan oleh masyarakat. Ada pula peran negara. "Ancaman terhadap kebhinnekaan itu ada dua lapis. Satu, lapis negara. Dua, lapis masyarakat."

Menurut Halili, banyak aturan dan tindakan pejabat atau aparat negara yang memberi ruang terjadinya intoleransi. Di sisi lain konservatisme masyarakat meningkat namun literasi mereka tentang identitas masih kurang. Akan sia-sia jika indoktrinasi terus berlangsung mengenai Pancasilanya tapi regulasi yang membuka ruang terjadinya diskriminatif dibiarkan. “Atasi dulu persoalan ini bersamaan sosialisasi pentingnya kesetiaan pada dasar negara, demokrasi, dan lain-lain."

Staf Biro Penelitian, Pemantauan, dan Dokumentasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar, menyarankan target penataran P4 adalah aparat hukum dan pejabat publik. Banyak tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila justru terjadi karena ada peran negara di dalamnya. Aparat hukum yang tidak tegas hingga peraturan-peraturan yang merestui sikap intoleran.

"Persoalan yang terjadi, yang bertentangan dengan Pancasila, seperti pembatasan pada kebebasan berkumpul atau pembatasan berkeyakinan dan beribadah itu karena lemahnya penegakan hukum," kata dia saat dihubungi kemarin.

Revanlee berkelakar masyarakat di Indonesia masih paham soal nilai-nilai Pancasila. "Masih Pancasilais."

Selain itu, kata dia, meski pemerintah mengemas penataran P4 ini secara kekinian mungkin, namun hal ini tidak mudah. "Sekarang akses informasi mudah didapat. Kalau dikembalikan ke satu jalur saja lewat indoktrinasi P4 itu akan membuat masyarakat homogen dan seolah negara mau coba mengatur warganya sedemikian rupa," kata Rivanlee.

Penulis buku Pendidikan yang Memiskinkan, Darmaningtyas, mendukung wacana pemerintah ini. Namun ia meminta model penataran yang berbeda dibandingkan era orde baru. "Karena kalau seperti dulu jelas membosankan dan orang malah bisa merasa eneg terhadap Pancasila. Jadi yang dibutuhkan bukan model penatarannya, tapi penanaman nilai-nilai Pancasilanya itu sendiri."

Caranya, kata Darmaningtyas, bisa dengan menyisipkannya lewat pengembangan seni dan budaya. "Karena seni dan budaya itu paling lentur dan dapat diterima oleh semua pihak."






KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

19 jam lalu

KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

KontraS menyatakan setidaknya ada empat argumentasi mengapa dugaan pelanggaran hukum dan HAM terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan.


Anies Baswedan Puji Pidato Ketua Umum Pemuda Pancasila: Luar Biasa, Seperti Profesor Sejarah

1 hari lalu

Anies Baswedan Puji Pidato Ketua Umum Pemuda Pancasila: Luar Biasa, Seperti Profesor Sejarah

Anies Baswedan memberikan pujian kepada Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno. Seperti profesor sejarah.


Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

1 hari lalu

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

Tri meminta orang tua dan guru untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak sejak usia dini.


Tugu Kongres Santri Pancasila, Simbol Tegaknya Pancasila di Tanah Rencong

2 hari lalu

Tugu Kongres Santri Pancasila, Simbol Tegaknya Pancasila di Tanah Rencong

Prof. Yudian membawa memori masyarakat Aceh yang hadir, kembali mengingat jasa para pahlawan Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.


Dewan Pakar BPIP Apresiasi Pidato Menlu Retno di PBB

5 hari lalu

Dewan Pakar BPIP Apresiasi Pidato Menlu Retno di PBB

Pidato Menlu Retno tersebut mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.


KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

5 hari lalu

KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

KontraS menyebut tim PPHAM bentukan pemerintah hanya merupakan gimmick semata. Seakan memperlihatkan negara telah selesaikan kasus pelanggaran HAM.


Kepala BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila dan Jadi Problem Solver

6 hari lalu

Kepala BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila dan Jadi Problem Solver

Pentingnya memperkuat ideologi Pancasila di tengah paham ideologi lain yang berupaya memengaruhi bangsa Indonesia.


KontraS Minta LPSK Segera Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Mutilasi di Papua

8 hari lalu

KontraS Minta LPSK Segera Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Mutilasi di Papua

Pendamping keluarga korban mutilasi Michael Himan mengatakan ia berharap negara melalui LPSK memberikan bantuan terhadap keluarga


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

8 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

9 hari lalu

Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

KontraS mengungkap fakta kasus mutilasi 4 warga Papua oleh para anggota TNI. Berbeda dari temuan polisi.