Disebut Terima Rp 1,5 Miliar dari Wawan, Rano Karno Akan Bersaksi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR periode 2019-2024 Rano Karno di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Anggota DPR periode 2019-2024 Rano Karno di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pegawai Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, Fredy Prawiradiredja mengaku pernah menyerahkan uang Rp 1,5 miliar kepada ajudan eks Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. Mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama ini mengaku memberikan uang itu atas perintah Wawan.

    Atas keterangan ini, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi Roy Riady mengatakan pihaknya akan memanggil Rano untuk bersaksi di persidangan. Rano rencananya akan dipanggil bersaksi pada Senin, 24 Februari mendatang. "Ya, Senin," kata dia saat dihubungi, Kamis, 20 Februari 2020.

    Roy berkata ada sejumlah fakta sidang yang akan dikonfirmasi ke Rano. Salah satunya ialah pengakuan Fredy soal pemberian uang tersebut. "Ya pastinya," ujarnya.

    Sebelumnya, Fredy dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara Tindak Pidana Pencucian Uang dengan terdakwa Wawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. Saat bersaksi, Fredy mengaku pernah menyerahkan uang sebanyak Rp 1,5 miliar kepada ajudan Rano di Hotel Ratu, Serang.

    Fredy mengaku lupa kapan waktu pasti penyerahan uang tersebut. Namun, ia masih ingat menyerahkan uang itu dalam tas yang terbuat dari kertas.

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Wawan melakukan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan Puskesmas di Kota Tangerang Selatan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 dan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012, serta kasus pencucian uang.

    Wawan didakwa mengatur usulan anggaran dan proyek di Provinsi Banten bersama kakaknya, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Wawan menggunakan empat perusahaannya untuk mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek yang dilakukan di Banten, termasuk Tangerang Selatan.

    Dua proyek yang diduga dikorupsi oleh Wawan di antaranya, pengadaan alat kedokteran Rumah Sakit Rujukan Banten dan pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Tangerang Selatan pada tahun anggaran 2012. Menurut jaksa, Wawan berupaya mencuci uang hasil tindak pidana korupsi dengan menempatkan uang itu di puluhan rekening atas nama orang lain, membeli mobil atas nama orang lain dan pembelian tanah. KPK menyita aset Wawan senilai lebih dari Rp 500 miliar dalam perkara pencucian uang ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.