Pasal Bermasalah Omnibus Law, Jokowi: Dengar Masukan Masyarakat

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Ini menjadi kali pertama ada tiga negara yang menjadi tuan rumah bersama pada ajang Piala Dunia Basket. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa Pasal 170 dalam draf omnibus law RUU Cipta Kerja yang menyebut bahwa pemerintah bisa mengubah undang-undang melalui peraturan pemerintah (PP) adalah kesalahan. Ia menyebut tak mungkin hal itu akan dilakukan pemerintah.

"Ya enggak mungkin (PP mengganti undang-undang). Artinya apa, pemerintah bersama DPR itu selalu terbuka," kata Jokowi saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Februari 2020.

Jokowi menyebut undang-undang tersebut masih sebatas rancangan dan pembahasannya masih baru. Ia memperkirakan RUU ini akan rampung dibahas dalam tiga hingga lima bulan ke depan.

Karena itu, kata Jokowi, dalam rentang waktu itu, ia meminta kementerian terkait agar dapat menerima masukan masyarakat. Mulai dari asosiasi, serikat, hingga masyarakat umum, ia persilakan untuk memberikan masukan terkait RUU itu.

"Kita ingin terbuka baik DPR, kementerian-kementerian untuk menerima masukan-masukan, mendengar keinginan masyarakat, agar kita bisa mengakomodir lewat kementerian kemudian juga di DPR," kata Jokowi.

RUU Cipta Kerja menuai banyak kritikan karena dinilai mengandung banyak poin bermasalah. Tak hanya terkait pasal 170 yang dinilai melanggar hukum, namun juga beberapa pasal lain dikritik oleh koalisi masyarakat sipil dan serikat buruh karena dianggap berpihak pada pengusaha.






Jokowi Pamer Impor Jagung Anjlok ke 800 Ribu Ton: Karena Petani Didampingi

2 menit lalu

Jokowi Pamer Impor Jagung Anjlok ke 800 Ribu Ton: Karena Petani Didampingi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memamerkan capaian pemerintah menekan impor Jagung yang dulunya mencapai 3,5 juta ton jagung setiap tahun.


Mengenal CEO HMNS, Sarjana Geologi yang Jadi Pengusaha Parfum Usai Tolak Freeport

1 jam lalu

Mengenal CEO HMNS, Sarjana Geologi yang Jadi Pengusaha Parfum Usai Tolak Freeport

Pendiri dan CEO perusahaan parfum HMNS itu memiliki latar belakang pendidikan yang jauh berbeda dengan bisnisnya saat ini. Seperti apa profilnya?


Jokowi Ingatkan Perusahaan Besar: Jangan Pabrik Tinggi, Lingkungan Miskin

1 jam lalu

Jokowi Ingatkan Perusahaan Besar: Jangan Pabrik Tinggi, Lingkungan Miskin

Presiden Jokowi memberi peringatan ke perusahaan besar agar peduli pada usaha kecil di lingkungan mereka beroperasi. Salah satu bentuknya yaitu dengan kemitraan


Tak Perlu ke Luar Negeri, Ganjar Ajak Warga Wisata ke Kampung Batik Kauman

1 jam lalu

Tak Perlu ke Luar Negeri, Ganjar Ajak Warga Wisata ke Kampung Batik Kauman

Di Kampung Batik Kauman bisa ditemukan kurang lebih 1.000 desain batik mulai yang dari yang kuno hingga modern.


Pagi Ini, Mahfud MD Gelar Rapat Koordinasi Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

3 jam lalu

Pagi Ini, Mahfud MD Gelar Rapat Koordinasi Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Materi rakor soal tragedi Kanjuruhan yaitu perbaikan dunia persepakbolaan dan meneliti jika ada tindakan hukum, dan dugaan pelanggaran hukum


Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

4 jam lalu

Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

Bahlil Lahadalia menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi adalah faktor yang sangat mempengaruhi investor menanamkan modal.


Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

8 jam lalu

Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

Menpora Zainudin Amali mengatakan pemerintah bakal serius dalam melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan di Liga 1 usai laga Arema FC vs Persebaya.


Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Masih Tertinggi, Efek Jokowi

18 jam lalu

Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Masih Tertinggi, Efek Jokowi

Elektabilitas PDIP tertinggi setelah kenaikan harga BBM karena approval rating terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai pulih.


Bahlil Bela Jokowi soal Penanganan Krisis: Tak Ada Satu pun Dapat Meramal Ekonomi Global Hari Ini

19 jam lalu

Bahlil Bela Jokowi soal Penanganan Krisis: Tak Ada Satu pun Dapat Meramal Ekonomi Global Hari Ini

Bahlil menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Joko Widodo alias Jokowi masih tinggi.


Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Kerahkan Seluruh Dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya

20 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Kerahkan Seluruh Dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya

Khusus kepada Kapolri, Jokowi meminta dilakukan investasi dan mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.