KPK Pantau 3 Lokasi Tempat Nurhadi Diduga Bersembunyi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman (kiri), berjalan memasuki gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Selasa, 6 November 2018. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, dalam tindak pidana korupsi memberikan hadiah atau janji terkait dengan pengajuan peninjauan kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. ANTARA

    Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman (kiri), berjalan memasuki gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Selasa, 6 November 2018. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, dalam tindak pidana korupsi memberikan hadiah atau janji terkait dengan pengajuan peninjauan kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memantau tiga lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. KPK menyebut lokasi tersebut berada di Jakarta dan luar Jakarta.

    "Kami pastikan tidak hanya satu tempat. Tidak hanya di Jakarta, di luar Jakarta juga. Kami melakukan pemantauan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri di kantornya, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.

    Kendati begitu, Ali enggan membeberkan di mana lokasi tersebut. Ia juga tak menjelaskan apakah Nurhadi berada di salah satu lokasi tersebut. Ia hanya mengatakan ada tim KPK yang ditugaskan memantau tempat tersebut. Namun, mereka belum bisa menangkap Nurhadi.

    "Kami belum bisa menangkap para tersangka, namun terus kami melakukan pemantauan," kata dia.

    Tiga lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian Nurhadi pernah disampaikan oleh Masyarakat Antikorupsi Indonesia. Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan menurut informannya, salah satu lokasi itu ialah apartemen di seputaran Sudirman Central Business District (SCBD).

    Sementara lokasi kedua ialah rumah Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Patal, Senayan, Jakarta Selatan. Rumah ini pernah digeledah KPK pada 2016 setelah melakukan operasi tangkap tangan kepada Panitera Pengadilan Jakarta Pusat. Sedangkan tempat ketiga, menurut informan MAKI yakni, villa di Gadog, Bogor. Vila itu, kata Boyamin, berharga puluhan miliar Rupiah.

    Direktur Kantor Hukum Lokataru Haris Azhar memberikan informasi serupa. Ia mengatakan Nurhadi diduga berada di salah satu apartemen mewah di Jakarta. Menurut dia, KPK sudah tahu informasi ini. Tempat tinggal itu, kata dia, dijaga oleh pasukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.