Megawati Kritik Anies: Kenapa Formula E Enggak di Tempat Lain?

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri berpidato dalam Rakornas Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Tahun 2020 di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Kamis, 30 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mempertanyakan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin mengadakan lomba balapan mobil listrik atau Formula E di Monas.

"Gubernur DKI tahu apa tidak? Kenapa sih kalau mau bikin Formula E itu kenapa enggak di tempat lain," kata Mega dalam pengarahan kepada calon kepala daerah peserta Pilkada 2020 di DPP PDIP, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.

Mega mengatakan, di dalam putusan peraturan, Monas itu cagar budaya. "Jangan pula saya dibenturkan sama Pak Anies (Gubernur DKI). Tapi saya ngomong, Monas itu adalah sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya. Artinya tidak boleh dipergunakan untuk apapun juga," katanya.

Menurut Megawati, Monas dibangun dengan susah payah oleh ayahnya, Presiden RI pertama Soekarno. Saat itu, Soekarno mencari uang sendiri untuk membangun Monas saat sudah dilengeserkan. Soekarno, kata Mega, mencari uang sendiri karena takut pembangunan Monas tidak dilanjutkan pemerintah selanjutnya.

Megawati mempersilakan adanya kompetisi, namun harus sesuai peraturan. Menurut Mega, rumahnya di Jalan Teuku Umar pun termasuk cagar budaya. Jika ada yang harus diperbaiki, ia harus meminta izin. "Karena ada hal-hal yang tidak ada dalam arsitektur rumah."

Mega pun mengingatkan kepada seluruh calon kepala daerah peserta Pilkada 2020 agar tidak melanggar peraturan setelah terpilih dan memimpin daerahnya. Sebab, mereka akan berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi jika ada peraturan yang dilanggar.

Pemerintah Pusat melalui Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno memberikan izin kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menggunakan kawasan Monas sebagai bagian dari lintasan balap Formula E. Izin tersebut tercantum dalam surat yang dikirimkan Pratikno kepada Anies Baswedan pada Jumat 7 Februari lalu.

Izin Komisi Pengarah itu keluar dengan empat syarat, yaitu DKI harus membuat konstruksi dan fasilitas lain sesuai dengan Undang-Undang Cagar Budaya, menjaga kelestarian pepohonan dan kebersihan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta melibatkan instansi terkait guna menghindari perubahan fungsi dan kerusakan cagar budaya.

Ironisnya, dalam surat permohonan izin kepada Mensetneg, Anies mengklaim telah mengantongi izin dari Tim Ahli Cagar Budaya.

"Dalam rangka menjaga fungsi kelestarian Iingkungan dan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta," tulis Anies dalam surat resmi benomor 61/-1/857.23 yang ditujukan kepada Menteri Sekretariat Negara sekaligus Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, pada Selasa, 11 Februari 2020.

Klaim Anies Baswedan itu dibantah oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta Mundardjito. Guru besar Arkeologi Universitas Indonesia itu bahkan menyatakan bahwa mereka memang pernah diajak bertemu dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Dalam pertemuan itu, dia menyatakan tak merekomendasikan Monas untuk dijadikan lintasan Formula E. "Kami tidak merekomendasikan itu," ujar Mundardjito. “Karena ada nilai sejarah penting di sana.”






Sebentar Lagi Lengser, Anies: Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung

1 menit lalu

Sebentar Lagi Lengser, Anies: Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diumumkan oleh Partai NasDem sebagai Capres 2024


NasDem Serahkan Pemilihan Cawapres kepada Anies Baswedan

2 menit lalu

NasDem Serahkan Pemilihan Cawapres kepada Anies Baswedan

Surya Paloh mengatakan akan menyerahkan pilihan cawapres kepada Anies Baswedan


Sederet Alasan NasDem Pilih Anies Baswedan Jadi Capres 2024

24 menit lalu

Sederet Alasan NasDem Pilih Anies Baswedan Jadi Capres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menjadi Capres NasDem dalam helatan Pilpres 2024. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Surya Paloh


Jadi Capres dari NasDem, Anies Baswedan Bacakan Manifesto Ormas Nasional Demokrat

33 menit lalu

Jadi Capres dari NasDem, Anies Baswedan Bacakan Manifesto Ormas Nasional Demokrat

Anies Baswedan dan Surya Paloh termasuk di antara para tokoh nasional yang mendirikan Ormas Nasional Demokrat 2010 lalu


Anies Baswedan Pilih Nyapres ketimbang Maju Lagi di Pilkada DKI: Fokus di Situ

56 menit lalu

Anies Baswedan Pilih Nyapres ketimbang Maju Lagi di Pilkada DKI: Fokus di Situ

"Fokus saya sekarang di situ dan itu akan jadi perhatian full dari kami," ucap Anies Baswedan setelah menerima pinangan Partai NasDem


Partai Demokrat Sambut Baik Anies Baswedan Jadi Capres Partai NasDem

1 jam lalu

Partai Demokrat Sambut Baik Anies Baswedan Jadi Capres Partai NasDem

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengatakan partainya menyambut positif deklarasi Anies Baswedan menjadi capres dari Partai NasDem.


Anies Baswedan: Perlu Tinjau Ulang Fasilitas Stadion, Keselamatan Nomor 1

1 jam lalu

Anies Baswedan: Perlu Tinjau Ulang Fasilitas Stadion, Keselamatan Nomor 1

Anies Baswedan menyatakan fasilitas di berbagai stadion sepak bola perlu ditinjau ulang untuk memastikan keamanan penonton terjamin.


Partai NasDem Resmi Usung Anies Baswedan Capres 2024

1 jam lalu

Partai NasDem Resmi Usung Anies Baswedan Capres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi diusung Partai NasDem menjadi capres dalam perhelatan Pilpres 2024. yang diumumkan oleh Surya Paloh


Anies Baswedan Terima Pinangan NasDem sebagai Capres 2024

1 jam lalu

Anies Baswedan Terima Pinangan NasDem sebagai Capres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima pinangan dari Partai NasDem untuk diusung sebagai calon presiden 2024.


KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

1 jam lalu

KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

KPK menyayangkan kasus Formula E diseret ke masalah politik. Saat ini KPK masih mengumpulkan informasi termasuk dengan memanggil Anies Baswedan.