Kemenkes Sarankan WNI Positif Corona di Jepang Tak Segera Pulang

Reporter

Penumpang melihat keluar dari dek kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Penularan Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan kementeriannya menyarankan kepada Kementerian Luar Negeri agar tak terburu-buru memulangkan tiga WNI positif Corona di Jepang. Kemenkes menilai kasus ini berbeda dengan kasus sebelumya sehingga memerlukan kajian lebih dalam.

“Kenapa Diamond Princess ini agak berbeda, dan kenapa Menkes memberikan saran ke Menlu untuk tidak buru-buru menjemput mereka, karena harus ada kajian lebih dalam lagui karena menjelang hari ke-14 ada yg positif, ini yang harus dilakukan,” kata Achmad di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020.

Tiga orang WNI yang dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19 ini merupakan anak buah kapal di kapal pesiar Diamond Princess. Mereka bersama dengan 244 penumpang kapal lainnya dinyatakan positif. Adapun saat ini,menurut Kemenlu, tiga orang WNI tersebut tengah ditangani oleh pemerintah Jepang di Kota Chiba.

Alasan Kemenkes menyarankan tak buru-buru memulangkan adalah karena belum ada pedoman dari Jepang terkait pemulangan. Saat ini, kata Yurianto, Kemenkes tengah menunggu keputusan dari Jepang yang tengah mengobservasi.

“Kami belum punya konsep yang pasti karena kami mengikuti keputusan Jepang seperti apa. Mudah-mudahan dapat arahan semakin cepat pulang semakin baik. Tapi pulang dalam keadaan baik. Baik untuk dia dan baik untuk keluarganya, bukan memindahkan sumber penyakit, kita tidak boleh emosionil,” kata Yurianto.

Kejadian di pesiar Diamond Princess ini disebut serupa dengan di Wuhan. Kapal pesiar disebut merupakan epicentrum penyebaran karena sirkulasi udara terus berputar di dalam kapal.

Karena itu, kapal pesiar Diamond Princess langsung diamankan, tak boleh ada aktivitas menaikkan atau menurunkan penumpang, selain petugas kesehatan. Artinya kapal tersebut dengan segala isinya menjadi bagian yang diobservasi selama lebih 14 hari.

Kasus ini diakui cukup kompleks karena dalam waktu 14 hari ada yang positif Corona. Jumlahnya pun lebih dari 244 orang.

Yurianto mengatakan bila ditemukan orang baru yang positif virus Corona selama observasi, maka waktu 14 hari ini harus diulang kembali. "Ini yang menyebabkan cukup kompleks, kasus positifnya terus nambah karena siklusnya terus nambah,” kata dia.






Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

2 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Kemenkes Masih Wajibkan Vaksin Meningitis Jamaah Umrah Meski Saudi Cabut Syarat

2 hari lalu

Kemenkes Masih Wajibkan Vaksin Meningitis Jamaah Umrah Meski Saudi Cabut Syarat

Polemik vaksin meningitis ini mencuat setelah sejumlah jemaah umrah dari Bandara Juanda, Surabaya, gagal berangkat. Pasokan menipis.


Kemenkes Stok Ulang Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh Awal Oktober

2 hari lalu

Kemenkes Stok Ulang Vaksin Meningitis untuk Jemaah Umroh Awal Oktober

Menipisnya stok vaksin meningitis ini sempat berdampak pada batalnya keberangkatan sejumlah jemaah umrah dari Bandara Juanda, Surabaya.


Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

8 hari lalu

Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Kementerian Kesehatan meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE untuk mendukung tercapainya tujuan kemandirian produksi vaksin.


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

11 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar, Direktur RSUP Surakarta: 60 Persen Sudah Penuhi 12 Kriteria

12 hari lalu

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar, Direktur RSUP Surakarta: 60 Persen Sudah Penuhi 12 Kriteria

RSUP Surakarta menjadi salah satu rumah sakit yang menerapkan uji coba kelas rawat inap standar untuk pasien dengan hak kelas 2 dan kelas 3.


Skema Pembayaran Baru Siap Diujicobakan di 40 Serang

13 hari lalu

Skema Pembayaran Baru Siap Diujicobakan di 40 Serang

BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI siap mengujicobakan sistem pembayaran dengan skema Belanja Kesehatan Strategis Kesehatan Ibu dan Anak (BKS KIA) di 40 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Kabupaten/Kota Serang.


PeduliLindungi Tak Dapat Diakses, Kemenkes Minta Masyarakat Gunakan Sertifikat Vaksin

19 hari lalu

PeduliLindungi Tak Dapat Diakses, Kemenkes Minta Masyarakat Gunakan Sertifikat Vaksin

Aplikasi pedulilindungi tidak dapat digunakan karena sedang dalam masa perbaikan.


Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

32 hari lalu

Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Mahathir Mohamad dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan terinfeksi virus Corona.


Kemenkes Siapkan Aplikasi PeduliLindungi dalam 14 Bahasa untuk KTT G20

33 hari lalu

Kemenkes Siapkan Aplikasi PeduliLindungi dalam 14 Bahasa untuk KTT G20

Kemenkes ingin memastikan para tamu presidensi G20 mendapatkan pelayanan kesehatan yang berstandar paling maksimal.