Alasan RUU Ketahanan Keluarga Diusulkan: Anak Terpapar Pornografi

Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Pengusul Rancangan Undang-undang atau RUU Ketahanan Keluarga, Endang Maria, mengatakan peraturan ini diusulkan lantaran ia melihat banyak anak yang terpapar narkoba dan pronografi.

"Latar belakangnya, kami melihat ada anak terkena narkoba. Kemudian ada anak yang terpapar pornografi, kekerasan seksual, bullying," kata Endang ketika ditemui di Kompleks Parlemen pada Rabu, 19 Februari 2020.

Anggota DPR dari fraksi Partai Golkar itu mengatakan perlindungan terhadap anak baru bisa diminimalisir ketika sejumlah program dapat bersinergi untuk mengatasi masalah-masalah itu. "Rencana aturan ini adalah bagaimana pertahanan keluarga mampu mencegah itu semua. Ini ide awalnya," katanya.

Endang mengaku, diskusi mengenai RUU ini baru sebatas latar belakang anak-anak yang terpapar hal-hal negatif. Endang juga mengaku belum tahu persis bagaimana kelanjutan pembahasan RUU ini. "Karena kesibukan, kami belum sampai membaca lengkap. Jadi totally kami belum," ujarnya.

Ketika ditanya terkait pasal yang mempidana pendonor sperma dan ovum, hingga pasal yang mengatur masokisme di dalam RUU itu, Endang justru belum bisa memastikannya. "Saya belum lihat secara garis besar kelihatannya enggak sampai situ sih ya," katanya.

Draf RUU Ketahanan Keluarga menuai polemik karena dianggap terlalu mengatur mengatur ranah privat. Di antaranya adalah mengatur sanksi pidana dan denda terkait transaksi atau donor sperma atau ovum, mengatur perilaku seksual BDSM atau masokisme, hingga kewajiban rehabilitasi pada LGBT.






Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

1 hari lalu

Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan telah berkomunikasi dengan berbagai tokoh politik terkait langkah politiknya di masa mendatang.


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

7 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

8 hari lalu

Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

Tingkat elektabilitas PDIP mencapai 21,6 persen; Demokrat dan Golkar mencapai 11,3 persen.


Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

8 hari lalu

Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

Puan Maharani akan melanjutkan safari politiknya. PDIP menyebut sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tergantung kecocokan waktu.


Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

8 hari lalu

Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

Golkar mencapai popularitas 94,0 persen dan kesukaan 75,9 persen.


Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

8 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

DPD Partai Golkar Kota Depok menjadwalkan pemanggilan terhadap Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri, Senin petang, 26 September 2022.


Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

11 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menginjak sopir truk dan menghukumnya untuk push up


Politisi Jadi Anggota BPK, Ekonom: Bisa Terjadi Conflict of Interest

14 hari lalu

Politisi Jadi Anggota BPK, Ekonom: Bisa Terjadi Conflict of Interest

Terpilihnya politisi sebagai anggota BPK perlu menjadi perhatian karena rentan terjadi conflict of interest.


Formapi Sebut Fit and Proper Test Calon Anggota BPK di Komisi XI Hanya Formalitas

14 hari lalu

Formapi Sebut Fit and Proper Test Calon Anggota BPK di Komisi XI Hanya Formalitas

Formappi mengatakan pemenang anggota BPK sudah ada sebelum fit and proper test berlangsung.


Sah, Politikus Partai Golkar Ahmadi Noor Supit Terpilih jadi Anggota BPK

14 hari lalu

Sah, Politikus Partai Golkar Ahmadi Noor Supit Terpilih jadi Anggota BPK

Ahmadi Noor Supit sah terpilih sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2022-2027 pada Selasa, 20 September 2022.