PA 212 Klaim 100 Ribu Orang Ikut Aksi Massa Jumat Depan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 saat menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusan gugatan hasil pilpres yang dilayangkan kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi pada Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Subekti.

    Ratusan massa Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 saat menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusan gugatan hasil pilpres yang dilayangkan kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi pada Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menyebut aksi massa yang akan digelar pada Jumat, 21 Februari 2020, akan diikuti oleh 100 ribu orang.

    "Jumlah massa kira-kira 100 ribu orang," kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada Tempo pada Selasa, 18 Februari 2020.

    Rencananya, aksi akan digelar di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih lantaran dia memprediksi jalan di depan Istana Negara akan ditutup oleh aparat keamanan. "Titik kumpul di situ (Patung Kuda). Habis Jumatan," ujarnya.

    Novel mengklaim bahwa pihaknya sudah mengurus pemberitahuan ke kepolisian. "Izin tuh enggak pernah ada ya, mungkin surat pemberitahuan dan koordinasi saja sama kepolisian dan akan mengawal."

    Dia menyatakan ada dua tuntutan dalam aksi ini. Pertama, PA 212 menuntut pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus mega korupsi Jiwasraya, Asabri dan Pelindo. Menurutnya, korupsi kini telah mencapai puncaknya dan membuat pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah rezim terkorup. "Dan terparah sepanjang masa," ujarnya.

    Terkait hal itu pula, PA 212 juga menuntut pimpinan KPK dicopot dan diganti. Adapun Novel menyebut, jika Presiden tak mendengar aspirasi itu dan tak melakukan tindakan nyata, maka Presiden Jokowi juga diminta mengundurkan diri. "Karena kami sudah lihat pemerintah ini gagal."

    Kegagalan pemerintah itu dilihat PA 212 dari faktor terpuruknya ekonomi di Indonesia akibat kasus korupsi. "Itu inti aksi kami, karena sebelumnya kami fokus kasus-kasus kriminalisasi ulama dan penistaan agama," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.