Dinilai Hina Jokowi, Dosen Bahasa Jawa Unnes Kecewa Diskors

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Universitas Negeri Semarang (Unnes). unnes.ac.id

    Ilustrasi Universitas Negeri Semarang (Unnes). unnes.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta-Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sucipto Hadi Puronomo mengaku dibebastugaskan tanpa menjalani pemeriksaan secara subtantif dari kampusnya. Sucipto juga tak diperolehkan mengenakan atribut yang berkaitan dengan perguruan tinggi di kawasan Sekaran, Kota Semarang tersebut.

    Sucipto berujar dipanggil untuk menjalani pemeriksaan atas tuduhan menghina kepala negara pada Selasa, 11 Fabruari 2020. Ketika itu, Sucipto mengaku belum menjalani pemeriksaan, melainkan baru mempelajari tahapan serta hak dan kewajibannya sebagai terperiksa.

    Selang sehari, surat pembebastugasannya diteken. Surat itu ia terima Jumat pekan lalu, 14 Februari 2020. "Menyangkut subtansi, saya tidak pernah diperiksa," kata dosen Bahasa Jawa tersebut, Senin, 17 Februari 2020.

    Dalam berita acara hasil pemeriksaan tersebut kemudian ditulis bahwa Sucipto meminta waktu untuk mempelajari tahapan yang akan ia jalani. "Itu yang tertuang di berita acara. Akhirnya berita acara saya teken," ujarnya.

    Menurutnya, dalam pemeriksaan yang urung dilakukan tersebut ia bakal diminta menjelaskan tentang unggahan di akun Facebook-nya pada 10 Juni 2019. Saat itu dia mengunggah status berbunyi, 'Penghasilan anak-anak saya menurun drastis pada lebaran kali ini. Apakah efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?'

    Ia juga akan dimintai penjelasan terkait tugasnya dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai anggota Tim Evaluasi Kinerja Akademik. Selain itu, posisinya sebagai saksi dalam kasus pencemaran nama baik yang disidik Kepolisian Daerah Jawa Tengah juga dipersoalkan kampus. "Terkait laporan pencemaran nama baik adanya aduan ke UGM (Universitas Gadjah Mada) soal plagiarisme desertasi studi S3," kata dia.

    Sucipto menyangkal bahwa unggahan di akun Facebook-nya menghina presiden. Menurut dia, unggahan tersebut merupakan gurauan. "Tulisan itu justru saya mempertanyakan kenapa banyak orang menyalahkan Jokowi," ujar Sucipto.

    Rektor Unnes Fathur Rahman tak banyak berkomentar terkait penonaktifan anak buahnya tersebut. Ia juga menolak permintaan wawancara. "Kalau soal prestasi mahasiswa dan reputasi lembaga boleh langsung kontak saya," ujar Fathur.

    JAMAL A. NASHR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.