Megawati Batal Beri Arahan soal Pancasila ke Pejabat Tinggi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden kelima Megawati Soekarnoputri saat memberi sambutan dalam acara seminar yang diadakan BPIP, di Ritz-Carlton Ballroom, Jakarta Selatan, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden kelima Megawati Soekarnoputri saat memberi sambutan dalam acara seminar yang diadakan BPIP, di Ritz-Carlton Ballroom, Jakarta Selatan, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri batal memberi arahan ke pejabat tinggi madya di bawah koordinasi Kemenko Polhukam, Senin, 17 Februari 2020, di Hotel Bidakara, Jakarta. Sedianya dia akan memberi arahan terkait Pancasila sebagai filsafat dan nilai-nilai fundamental bangsa dan negara.

    "Mohon maaf karena Ibu Pengarah BPIP berhalangan hadir," kata Kepala BPIP Yudian Wahyudi di Bina Karna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Yudian menjelaskan dalam acara ini akan ada beberapa diskusi panel dengan narasumber menteri-menteri yang berada di bawah koordinasi Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, yaitu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri PANRB, Jaksa Agung.

    Nantinya para menteri akan membahas mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan pelaksanaan program dan kegiatan kementerian/lembaga sesuai dengan RPJMN 2020-2024, khususnya yang terkait dengan Prioritas Nasional 4 Revolusi Mental dan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Prioritas Nasional 7 Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik.

    Beberapa isu yang akan disampaikan antara lain: Pengamalan Ideologi Pancasila dalam Menghadapi Ancaman Radikalisme, Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Memperkuat Pembangunan Demokrasi Indonesia dalam Pilkada 2020, Perlindungan WNI, Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila bagi WNI dan Diaspora Indonesia di Luar Negeri.

    Selain itu, dibahas pula tentang Omnibus Law dalam Rangka Memperkuat Keadilan Sosial Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila, Sosialisasi SKB 11 Kementerian/Lembaga tentang Penanganan Radikalisme dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan pada ASN, dan Peran penegakan hukum dalam menjaga nilai-nilai Pancasila pada kehidupan berbangsa dan bernegara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.