Tangkap 3 Tersangka Penjualan Organ Harimau Sumatera

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kulit harimau beserta tulang belulangnya yang disita tim gabungan Polda Aceh dan Polres Bener Meriah, 31 Desember 2019 . Antara Aceh/HO/Bidhumas Polda Aceh

    Kulit harimau beserta tulang belulangnya yang disita tim gabungan Polda Aceh dan Polres Bener Meriah, 31 Desember 2019 . Antara Aceh/HO/Bidhumas Polda Aceh

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Riau meringkus tiga tersangka, yakni MN bir KR, RT, dan AT, setelah mereka terlibat dalam perdagangan kulit dan organ harimau Sumatera. Ketiganya ditangkap pada 15 Februari 2020 di Pekanbaru, Riau.

    "Mereka diringkus saat sedang mengantar kulit, taring, dan tulang belulang kepada seseorang di daerah Air Molek, Inhu," kata Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jenderal Agung Setya melalui keterangan tertulis pada Ahad, 16 Februari 2020.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ketiga tersangka berperan sebagai kurir. Mereka dijanjikan akan menerima upah Rp 2 juta.

    Agung menuturkan, maraknya praktik perdagangan ilegal kulit dan organ harimau lantaran harganya yang dipatok mahal untuk per bagian tubuh. Selembar kulit harimau bisa dihargai sekitar Rp 30 juta sampai Rp 80 juta.

    "Belum taringnya yang bisa dijual Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Lalu tulangnya laku Rp 2 juta di pasar gelap," kata Agung.

    Agung mengatakan, pihaknya kini tengah memburu aktor intelektual, yakni AT. Ia berjanji akan terus mengusut kasus ini, mengingat harimau selatan kini sudah terancam punah. "Kami akan terus perangi dan ungkap perdagangan ilegal ini," ucap Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.