Pasar Beringharjo Yogyakarta Terendam Banjir saat Hujan Deras

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berjubel di depan Pasar Beringharjo. Mereka masih menikmati Kota Yogyakarta pada awal tahun, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Wisatawan berjubel di depan Pasar Beringharjo. Mereka masih menikmati Kota Yogyakarta pada awal tahun, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dampak hujan lebat yang melanda wilayah Provinsi DI Yogyakarta turut menyasar kawasan wisata belanja di area Malioboro Jumat 14 Februari 2020.

    Misalnya, Pasar Beringharjo, yang merupakan sentra belanja batik, terkena dampak hujan disertai angin kencang yang berlangsung kurang lebih dua jam dari pukul 14.15 – 16.00 WIB itu.

    Sebuah video suasana banjir di komplek Pasar Beringharjo sempat beredar di sejumlah grup percakapan.

    Genangan air yang masuk cukup masif menerobos lapak lapak pasar yang berada di ujung area Malioboro itu. Para pedagang pun kelabakan mengamankan barang dagangannya agar tidak terkena air setinggi di atas mata kaki orang dewasa itu.

    Sejumlah pedagang juga tampak harus naik ke atas kursi agar tidak terkena genangan air. Akibat banjir itu, suasa akhir pekan, yang biasanya menjadi momentum wisatawan memadati pasar, tidak terjadi. Suasana pasar penuh dengan pedagang yang sibuk mengamankan dagangannya dari genangan air.

    "Kami sedang telusuri penyebab genangan yang terjadi di Pasar Beringharjo dan juga sejumlah ruas jalan akibat hujan lebat ini," kata Heroe Poerwadi, wakil Walikota Yogyakarta.

    Heroe mengaku merasa cukup heran air bisa masuk sampai dalam Pasar Beringharjo, yang selama ini biasanya bebas dari banjir meski saat hujan lebat. Karena, lokasi pasar itu lokasinya rekatuf jauh dari area sungai di Yogyakarta karena terletak di pusat kota.

    "Sebenarnya sudah dibangun sumur-sumur resapan di jalan protokol dan resapan itu terpasang setiap 15 meter. Begitu juga di titik-titik genangan juga sudah memiliki sumur resapan," kata dia.

    Dengan genangan di Pasar Beringharjo itu, Heroe mengatakan perlu pengecekan terhadap pin hole dan saluran air hujan maupun pintu air.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Birawa Yuswantono, membenarkan kondisi genangan air hujan memang sempat terjadi di area pasar favorit wisatawan itu.

    "Tapi sudah langsung kering (genangan air) di Pasar Beringharjo, " kata dia.

    Birawa menjelaskan penyebab genangan air hujan itu bisa masuk dari luar ke dalam pasar karena faktor intensitas hujan yang tinggi.

    "Drainasenya di sekitar pasar masih berjalan baik. Terbukti air sudah tidak lagi menggenangi (begitu hujan mereda)," ujar Birawa.

    Birawa memastikan genangan air Beringharjo juga bukan seperti isu beredar yakni karena adanya luapan dari sungai Code. "Pasar itu posisinya jauh dari sungai," kata dia.

    Adapun di sepanjang Malioboro, kondisi pedagang kaki lima (PKL) dinilai relatif aman alias tak terimbas
    langsung oleh banjir.

    "Sejauh ini situasi untuk para PKL masih aman terkendali," ujar Sujarwo Putro, Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro.

    Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Yogyakarta pada Jumat, 14 Februari 2020 membuat satu orang warga meninggal.

    Ini karena mobil yang dikendarainya ringsek tertimpa pohon tumbang di kawasan Terong, Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Yogyakarta

    BPBD mencatat kejadian hujan disertai angin kencang melanda wilayah DIY pada hari Jum’at, 14 Februari 2020 pukul 14.15 – 16.00 WIB menimbulkan sejumlah dampak merata di kabupaten/kota.

    Hujan deras ini melanda beberapa wilayah di DIY, antara lain:
    di Kota Yogyakarta terjadi 16 titik angin kencang, yang membuat 16 pohon tumbang, 4 rumah rusak, 2 gedung pemerintah, dan dua unit rumah sakit.

    Juga empat mobil, dua sepeda motor, dan tiga jaringan listrik tertimpa pohon tumbang. Lima akses jalan tergenang banjir, satu baliho roboh dan satu jaringan telepon putus.

    Genangan air hujan setinggi mata kaki terjadi di lingkungan Pasar Beringharjo, yang merupakan akibat luapan drainase. Selain itu juga terjadi peningkatan volume air Kali Code dan Kali Gajah Wong walau masih dalam ambang normal.

    Sebagian tembok pagar stadion Kridosono juga diketahui ambrol.

    Sedang di Kabupaten Sleman ada 29 titik pohon tumbang, dua unit tempat usaha rusak, dan enam ruas akses jalan terganggu.

    Lima unit jaringan listrik terputus, dua unit jaringan telpon rusak, 21 unit rumah rusak, satu unit tempat ibadah tergenang, dan satu papan reklame roboh. Ada satu korban luka ringan.

    Di Kabupaten Bantul, selain satu korban tewas dan satu luka, tercatat ada 43 titik yang dilanda angin kencang. Dampaknya ada 49 pohon tumbang, tujuh ruas jalan terganggu, dan dua unit rumah tinggal rusak.

    Satu fasilitas pendidikan rusak, dua jaringan listrik rusak, satu unit kendaraan roda empat rusak, dan dua unit roda.

    Sedang di Kabupaten Kulon Progo, ada dua peristiwa angin kencang dan tanah longsor. Ini membuat dua pohon tumbang, dan dua unit rumah rusak.

    Untuk situasi terkini pada Jumat sore, hujan sangat ringan terjadi di wilayah DI Yogyakarta. Sebagian listrik padam sudah menyala kembali. Aktivitas lalu lintas berjalan normal. Daerah aliran sungai normal. Sebagian penanganan ditindaklanjuti hari ini.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.