Kejagung Geledah Lagi Dua Perusahaan Terkait Benny Tjokrosaputro

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung, menjalani pemeriksaan perdana di KPK terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung, menjalani pemeriksaan perdana di KPK terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di dua perusahaan terkait tersangka dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro. Namun, penyidik tidak membeberkan apakah dua perusahaan itu atas nama Benny Tjokrosaputro.

    "Ada penggeledahan di PT Rimo Internasional Tbk dan di PT Armadian," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di kantornya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 14 Februari 2020.

    Febrie mengatakan, Benny diketahui memiliki ratusan perusahaan atas namanya. Sebagian perusahaan Benny Tjokrosaputro pun telah dilakukan penggeledahan.

    Namun, penyidik hanya akan melakukan penggeledahan di perusahaan Benny Tjokrosaputro yang terkait Jiwasraya saja. "BT punya perusahaan sekitar 500. Tidak semua kami geledah, tergantung seberapa terkait transaksinya," ujar Febrie.

    Dalam perkara Jiwasraya, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka. Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto

    Keenamnya ditahan di rumah tahanan yang berbeda-beda. Penyidik juga telah menyita aset tersangka berupa kendaraan mewah, unit apartemen, rekening efek, rekening tabungan, deposito, dokumen, komputer, sertifikat tanah, dan emas. Hingga saat ini, seluruh aset yang disita masih dalam penghitungan.

    Berdasarkan perhitungan sementara, nilai kerugian Jiwasraya mencapai Rp 17 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.