Kunjungan Kerja Menteri Sosial RI ke Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunjungan Kerja Menteri Sosial RI Juliari P Batubara, di Kelurahan Bojongsalaman Kecamatan Semarang Barat. Hadir pula Dirjen PFM Andi ZA Dulung, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Vice President BNI Miun Fikri, Direktur PFM Wilayah II I Wayan Wirawan,  dan pejabat Eslon 1 dan Eslon 2 .

    Kunjungan Kerja Menteri Sosial RI Juliari P Batubara, di Kelurahan Bojongsalaman Kecamatan Semarang Barat. Hadir pula Dirjen PFM Andi ZA Dulung, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Vice President BNI Miun Fikri, Direktur PFM Wilayah II I Wayan Wirawan, dan pejabat Eslon 1 dan Eslon 2 .

    INFO NASIONAL — Rangkaian kegiatan Penyaluran Bantuan Sembako pada Kunjungan Kerja (Kunker) kali ini dilaksanakan di e-Warong Kube Mandiri, Jalan Pusponjolo Selatan Bojongsalaman, Semarang Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Menteri Sosial ke Jawa Tengah 14-15 Februari 2020.

    Acara ini dihadiri oleh Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara; Dirjen PFM, Andi ZA Dulung; Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi; Vice President BNI, Miun Fikri; Direktur PFM Wilayah II, I Wayan Wirawan; pejabat Eselon 1 dan Eselon 2; dan sekitar 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM).

    Dalam kunjungannya Menteri Sosial RI menyampaikan bahwa bantuan sembako dari Kementerian Sosial bersifat sementara. "Bantuan ini bersifat sementara ya ibu-ibu, jika nanti ekonominya sudah baik, sudah tidak bisa di bantu. Tapi nanti ada KUR dari bank yang bisa membantu memperdayakan usaha ibu masing-masing," katanya.

    Setelah memberikan arahannya, Mensos Juliari P Batubara bersama dengan para pejabat lainnya memberikan bantuan KUR secara simbolis kepada Perwakilan KPM yang hadir.

    Selain itu, Andi Za Dulung juga menambahkan semoga dengan adanya tambah bantuan ini dapat menjadikan masyarakat dengan gizi terpenuhi dan sejahtera. Ia juga menyampaikan harapan terbesarnya untuk pencairan sembako dapat terus tersalurkan kepada masyarakat Indonesia.

    Kota Semarang memiliki jumlah masyarakat miskin sebesar 3.98 persen yg merupakan angka kemiskinan terkecil dibandingkan dengan angka kota-kota lainnya di Indonesia dengan angka Kemiskinan Nasional 9,22 persen. Hal ini dicapai dengan adanya sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah serta dukungan dari banyak pihak yg terkait untuk menjadikan masyarakat Indonesia sejahtera. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.