Pukat UGM Heran KPK Tak Cari Harun Masiku dengan Penyadapan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada atau Pukat UGM menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak serius untuk memburu Harun Masiku. KPK, menurut Pukat, bahkan tak melakukan penyadapan untuk mencari tahu keberadaan kader PDIP ini.

    "Sampai sekarang itu KPK tidak melakukan penyadapan untuk mengejar Harun Masiku," kata peneliti Pukat, Zaenur Rohman saat dihubungi, Jumat, 14 Februari 2020.

    Menurut Zaenur, selama ini KPK selalu melakukan penyadapan ketika mengejar buronan. Maka itu, ia menilai langkah KPK dalam perburuan Harun ini aneh. "KPK selama ini kalau memburu orang melakukan penyadapan, sekarang itu tidak dilakukan," kata dia.

    Anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho urung membalas pesan Tempo soal ada tidaknya izin penyadapan ini. Menurut Undang-Undang KPK baru, penyadapan harus atas seizin Dewan Pengawas.

    Zaenur menduga Harun memang sengaja tak ditangkap. Ia menilai ada upaya untuk memutus aliran sumber duit suap hanya kepada Harun. "Ada upaya dari KPK untuk menutupi kasus ini berhenti pada pihak tertentu dan tidak menyentuh pihak lain," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.