Profesor Harvard Kaget Terawan Ngegas Soal Riset Virus Corona

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbincang dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Natuna, Kepualauan Riau, Rabu, 5 Februari 2020. Kunjungan tersebut untuk memantau keadaan WNI yang menjalani masa observasi dari virus Corona pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, Cina. ANTARA/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Nadhira Afifah, mahasiswi Indonesia di Harvard TH Chan School, mengatakan Profesor Marc Lipsitch dari kampus ternama dunia itu kaget mengetahui reaksi pemerintah atas risetnya tentang penyebaran virus Corona. "Beliau kaget kemarin di'gas' sama pemerintah Indonesia," kata Nadhira saat dihubungi Tempo, Jumat, 14 Februari 2020. Ini pertama kali Lipsitch mendapat tanggapan "keras" soal hasil kajiannya.

Menurut Nadhira, Lipsitch sejatinya bukan pribadi yang vokal atau agresif. Sehingga komentar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengejutkan dia. "Beliau tipe orang belakang panggung. Sangat passionate dengan research dan fokus di kantor atau lab saja."

Mahasiswi jurusan Global Health ini telah mewawancarai Lipsitch secara langsung. Hasil wawancara diunggahnya ke media sosial YouTube.

Sebelumnya, Lipsitch membuat riset prediksi yang dengan membandingkan data pengunjung suatu negara dengan jumlah kasus yang terdeteksi terinfeksi virus Corona. Salah satu temuannya menyebut Indonesia seharusnya memiliki lima kasus infeksi Corona.

Prediksi Liptsitch membuat Terawan tersinggung. Terawan yakin benar Indonesia hingga kini tidak ada kasus positif virus Corona karena menerapkan standar internasional dan menggunakan alat uji yang canggih.

"Itu namanya menghina itu. Wong peralatan kita kemarin di-fix-kan dengan duta besar AS. Kita menggunakan (alat) dari AS. Kit-nya dari AS," katanya di Gedung Grand Kebon Sirih, Jakarta, Selasa lalu, 11 Februari 2020.

Saat diwawancarai Nadhira, Lipsitch mengatakan penelitiannya tidak fokus ke satu negara saja. Risetnya pun bukan untuk menilai kualitas dari sebuah negara atau kemampuan pengamatannya. "Namun sebagai contoh dalam situasi ini seharusnya sudah ada kasus yang terdeteksi. Jadi penelitian ini sejak awal tidak ditujukan untuk Indonesia," ujar Nadhira.






Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

2 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

9 hari lalu

7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

Ig Nobel merupakan parodi Nobel yang mengkhususkan pada penelitian yang awalnya membuat masyarakat tertawa, namun akhirnya berpikir dan kritis.


Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

11 hari lalu

Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

Ig Nobel diberikan kepada penelitian-penelitian yang dianggap paling aneh, konyol dan unik yang membuat 'tertawa namun kemudian berpikir'.


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

11 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

31 hari lalu

Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Mahathir Mohamad dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan terinfeksi virus Corona.


3 Komponen yang Pengaruhi Reinfeksi Covid-19

36 hari lalu

3 Komponen yang Pengaruhi Reinfeksi Covid-19

Pakar patologi klinik menyebut terjadinya reinfeksi atau penularan berulang tergantung pada tiga komponen penting COVID-19. Apa saja?


Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

51 hari lalu

Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un sebelumnya mengatakan kakaknya sempat sakit parah dan demam tinggi saat kasus Covid-19 merebak di Korea Utara.


Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

52 hari lalu

Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

Pakar mengatakan subvarian baru COVID-19 BA.4.6 saat ini telah terdeteksi di 43 negara. Berikut hal yang perlu diperhatikan.


80.000 Turis Terjebak di Resor Wisata China Gara-gara Lockdown

55 hari lalu

80.000 Turis Terjebak di Resor Wisata China Gara-gara Lockdown

China mengunci Pulau Senya yang merupakan resort wisata. Akibatnya 80.000 turis terjebak di sana.


Penelitian Sebut 1 dari 8 Penyintas Alami Long Covid

57 hari lalu

Penelitian Sebut 1 dari 8 Penyintas Alami Long Covid

Satu dari delapan orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami setidaknya satu gejala long COVID. Begitu kata sebuah penelitian.