Komnas HAM: Eks ISIS Berhak Meminta Status Warga Negara

Reporter

Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. Wacana pemulangan sekitar 660 orang WNI eks ISIS mencuat setelah disinggung Menteri Agama Fachrul Razi. ANTARA/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Amiruddin Al Rahab mengatakan mantan anggota ISIS berhak melepas status kewarganegaraan dan berhak mengajukan kewarganegaraan ke negara tertentu.

"Kalau ada orang yang gabung dengan kumpulan ISIS itu ingin bergabung dengan negara tertentu, silakan dia ajukan secara individual. Pertanyaannya dia memenuhi syarat atau tidak?" ucap Amir kepada Tempo di kawasan Margonda, Kota Depok, pada Kamis, 13 Februari 2020.

Dia mencontohkan Shamima Begum, mantan Warga Negara Inggris yang meminta kembali kewarganegaraannya.

Shamima Begum.[Evening Standard]

Gadis berusia 20 tahun tersebut satu dari tiga gadis yang pergi dari London, Inggris, untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada Februari 2015.

Keturunan Inggris-Bangladesh tersebut tengah bersidang di pengadilan Inggris untuk mengembalikan status warga negaranya.

Baik Pemerintah Inggris maupun Bangladesh tak mengakui Shamima Begum yang pernah bergabung dengan ISIS sebagai warga negara mereka.






KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

33 menit lalu

KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

KontraS menyebut tim PPHAM bentukan pemerintah hanya merupakan gimmick semata. Seakan memperlihatkan negara telah selesaikan kasus pelanggaran HAM.


Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Gelar Rapat Perdana di Surabaya

1 hari lalu

Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Gelar Rapat Perdana di Surabaya

Mahfud Md menegaskan tim penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu tidak ada kaitan dengan politik kekinian. Ini murni tugas negara.


Penyintas Petrus Sebut Kepres Nomor 17 Tahun 2022 Sulit Diterima Nalar

2 hari lalu

Penyintas Petrus Sebut Kepres Nomor 17 Tahun 2022 Sulit Diterima Nalar

Seorang pria yang mengaku target pembunuhan misterius atau Petrus di era Soeharto mengkritik terbitnya Kepres Nomor 17 tahun 2022.


Mahfud Md Menyebut Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Segera Bertugas

2 hari lalu

Mahfud Md Menyebut Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Segera Bertugas

Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat (PPHAM) masa lalu yang dipimpin Makarim Wibisono menggelar rapat pertamanya di Surabaya.


Akademisi dan Amnesty International Minta Kejaksaan Gelar Penyelidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

3 hari lalu

Akademisi dan Amnesty International Minta Kejaksaan Gelar Penyelidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

Komnas HAM dinilai perlu mengoptimalkan wewenangnya dalam penyelidikan pro justitia atas kasus pembunuhan Brigadir J.


Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

6 hari lalu

Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, disebut lelah karena terus menerus menjalani pemeriksaan oleh polisi.


6 Temuan Komnas HAM di Kasus Mutilasi Mimika

6 hari lalu

6 Temuan Komnas HAM di Kasus Mutilasi Mimika

Komnas HAM mengumumkan temuan awal dalam penyelidikan kasus mutilasi 4 warga sipil di Mimika, Papua.


Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

6 hari lalu

Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

Anam bersama timnya melakukan wawancara dalam rangka penyelidikan Komnas HAM di kasus yang menewaskan 4 warga sipil ini.


Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

7 hari lalu

Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

Komnas HAM mendorong pendalaman kasus mutilasi di Mimika, Papua ini dengan pendekatan scientific crime investigation khususnya terkait jejak digital.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

7 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.