Polri Tak Pungkiri Ada Kebiasaan Hadap Atasan untuk Minta Jabatan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal memberikan keterangan pers terkait kasus kerusuhan 21-22 Mei di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Dalam konpers ini juga dijelaskan adanya rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direksi Charta Politika, Yunarto Wijaya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal memberikan keterangan pers terkait kasus kerusuhan 21-22 Mei di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Dalam konpers ini juga dijelaskan adanya rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direksi Charta Politika, Yunarto Wijaya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal tak memungkiri ada personil yang diduga berniat meminta jabatan dengan menghadap atasan.

    "Jelas pasti ada mental-mental yang bisa dikatakan dia berorientasi tidak kepada kinerja. Dia berorientasi mungkin kepada menghadap," kata Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Februari 2020.

    Maka itu, kata Iqbal, Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis kerap memperingatkan ribuan anggotanya untuk tidak memiliki budaya menghadap atasan. "Itu hanya pesan moral, bahwa bekerja untuk institusi, jadi tidak perlu menghadap-menghadap," ucap Iqbal.

    Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, Idham acap kali mengingatkan personilnya agar bekerja dengan lurus. Pernyataan tersebut pertama kali tercetus saat memberikan penghargaan pada 6 Februari lalu.

    "Organisasi Polri harus memberi perhatian kepada mereka yang betul-betul berprestasi. Itu parameternya harus paling di atas, bukannya kasak kusuk, bukan yang menghadap-menghadap, baru dikasih jabatan," kata Idham.

    Lalu dalam Rapat Kerja Teknis Korps Lalu Lintas pada 11 Februari, Idham kembali menyinggung soal budaya menghadap. Terakhir, hari ini, 13 Februari, Idham menyentil isu tersebut. "Saya ingatkan bukan dengan kasak-kusuk, nitip, menghadap, bekerjalah dengan baik," kata dia.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.