Soal Formula E, Setneg Serahkan Dugaan Manipulasi Monas ke Komrah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam 'ring road' Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam 'ring road' Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama enggan menanggapi dugaan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanipulasi rekomendasi Tim Ahli Dinas Cagar Budaya agar Sekretariat Negara meloloskan izin penyelenggaraan Formula E di Monas. Ia pun mengatakan tak bisa mengambil keputusan lanjutan atas dugaan manipulasi ini.

    "Saya tidak dalam kapasitas untuk bisa menanggapi itu. Itu kewenangan Komisi Pengarah," kata Setya saat dihubungi Tempo, Kamis, 13 Februari 2020.

    Komisi Pengarah Revitalisasi Monas diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Di jajaran anggotanya, diisi sejumlah menteri terkait, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. Terakhir, ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang juga anggota merangkap Sekretaris Komisi Pengarah.

    Hari ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, menyambangi Sekretariat Negara untuk menanyakan dugaan manipulasi ini. Prasetyo bertemu dengan Setya untuk membahas hal tersebut. Meski begitu, Setya tak lagi menanggapi pertanyaan Tempo terkait hasil pertemuan dan langkah lanjutan Setneg.

    Sebelumnya, diketahui klaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa pihaknya telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta untuk penggunaan kawasan Monas sebagai bagian dari sirkuit Formula E dibantah Ketua tim Mundardjito. Bahkan Mundardjito menyatakan tak merekomendasikan kawasan bersejarah tersebut untuk dilintasi jet darat listrik tersebut.

    "Kami tidak merekomendasikan itu," ujar Mundardjito, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya DKI, kepada Tempo, Rabu kemarin. “Karena ada nilai sejarah penting di sana.”

    EGI ADYATAMA | GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.