Moeldoko: ISIS Eks WNI Berstatus Tanpa Kewarganegaraan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 13 November 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 13 November 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan 689 anggota ISIS eks WNI, saat ini berstatus tanpa kewarganegaraan atau stateless. "Sudah dikatakan stateless," ujar Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

    Moeldoko mengatakan bahwa status tanpa kewarganegaraan itu telah dinyatakan sendiri oleh para eks-WNI itu dengan membakar paspor. "Mereka sendiri yang menyatakan sebagai stateless. Pembakaran paspor adalah indikator," ujar Moeldoko.

    Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana memulangkan ISIS eks WNI. Meski begitu, pemerintah akan melakukan verifikasi, mendata secara mendetail mengenai siapa saja ISIS eks WNI yang berjumlah 689 orang itu.

    Mengenai hal ini, Moeldoko menekankan pemerintah akan mewaspadai wilayah-wilayah di Tanah Air yang berpotensi menjadi pintu masuk bagi mereka untuk kembali masuk ke Indonesia. "Kita sudah antisipasi dengan baik, dari imigrasi, dari seluruh aparat yang berada di perbatasan, akan memiliki awareness yang lebih tinggi," ujar Moeldoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.