Budi Gunawan Sebut BIN Tak Bantu KPK Cari Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (kiri) berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai persiapan pelaksanaan Asian Para Games di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (kiri) berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai persiapan pelaksanaan Asian Para Games di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, JakartaKepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan mengatakan BIN tak ikut mencari tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku, yang sekarang berstatus buron.

    Sejak menjadi tersangka pada 8 Januari 2020, Harun 'raib'. Kementerian Hukum dan HAM serta KPK sempat menyebut caleg PDIP ini ada di Singapura. Belakangan, kementerian menyebut Harun sudah kembali ke Indonesia.

    Budi Gunawan menyerahkan sepenuhnya pencarian Harun Masiku kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. "Kalau itu sudah ranah hukum ya, ada kewenangan di KPK sendiri dan KPK punya kemampuan itu juga," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Ia yakin komisi antikorupsi akan menemukan Harun. "Cepat atau lambat kami yakin pasti dapat."

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sebelumnya mendesak KPK meminta bantuan BIN untuk mencari Harun. Andi juga mengaitkan kedekatan Budi Gunawan dengan PDIP. Budi diketahui merupakan ajudan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ketika menjabat presiden.

    "Alangkah baiknya KPK meminta bantuan Pak Budi Gunawan agar Badan Intelijen Negara lakukan hal sama," kata Andi Arief, melalui Twitternya, Jumat, 7 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.