Jokowi Perintahkan Kapolri Tuntaskan Kasus Gereja Katolik Karimun

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembangunan gereja. shutterstock.com

    Ilustrasi pembangunan gereja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis dan Menkopolhukam Mahfud Md. turun tangan langsung menangani polemik pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai, Karimun, Kepulauan Riau.

    Jokowi menilai pemerintah setempat sudah tidak mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.

    "Tadi juga sudah saya perintahkan kepada Menkopolhukam, Kapolri, (agar) menindak," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Rabu, 12 Februari 2020.

    Presiden Jokowi juga memastikan pemerintah akan menjamin terlaksananya kebebasan beribadah dan menindak tegas kelompok yang mengganggu pelaksanaan konstitusi.

    "Harus dirampungkan. Karena jadi preseden yang tidak baik, bisa menjalar ke daerah lain."

    Polemik pembangunan Gereja katolik Paroki Santo Joseph di Karimun telah bergulir sejak 2013. Aksi massa juga sempat terjadi pada saat peletakan batu pertama renovasi gereja tersebut pada 25 Oktober 2019

    Pembangunan gereja terpaksa dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga setempat. 

    "Mestinya daerah bisa menyelesaikan ini, tapi saya lihat karena tidak ada pergerakan di daerah, jadi saya perintahkan kepada Menkopolhukam, Kapolri
    tegas ini harus diselesaikan. Baik yang berkaitan dengan gereja yang ada Karimun Tanjung Balai, maupun masjid di Minahasa Utara," tutur Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.