Jokowi Tawarkan Bantuan Tangani Virus Corona ke Cina

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja medis menggunakan pakaian pelindung saat berada di bangsal terisolasi pasien virus corona di sebuah rumah sakit di distrik Caidian, Wuhan, provinsi Hubei, Cina 6 Februari 2020. Sebagian besar korban meninggal akibat virus corona berasal dari Cina. China Daily via REUTERS

    Pekerja medis menggunakan pakaian pelindung saat berada di bangsal terisolasi pasien virus corona di sebuah rumah sakit di distrik Caidian, Wuhan, provinsi Hubei, Cina 6 Februari 2020. Sebagian besar korban meninggal akibat virus corona berasal dari Cina. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menelepon langsung Presiden China Xi Jinping untuk menyampaikan duka atas mewabahnya virus Corona. Selain menyampaikan duka, Jokowi juga menawarkan bantuan menangani virus corona.

    "Jadi tadi malam jam setengah delapan, saya berbicara melalui telepon dengan Presiden RRT  Xi Jinping, saya menyampaikan duka sekaligus
    menawarkan apabila diperlukan bantuan-bantuan untuk mempercepat penanganan Corona. Saya bilang Indonesia siap untuk memberikan bantuan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 12 Februari 2020.

    Jokowi mengatakan, Indonesia akan bersama dengan Cina dalam menghadapi masa sulit. "Saya yakin Cina bisa menyelesaikan masalah virus Corona ini dalam waktu yang secepat-cepatnya," ujar Jokowi.

    Media pemerintah CGTN melaporkan hingga 12 Februari ada 44.730 total kasus virus Corona di Cina dan 397 kasus di luar negeri.

    Sementara kematian virus Corona mencapai 1.114 orang, termasuk di Hong Kong. Sementara satu kematian luar negeri terjadi di Filipina.

    Dalam konferensi pers Rabu di Beijing, seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional Cina mengatakan, jumlah kasus virus Corona harian yang dikonfirmasi di Cina telah mengalami penurunan 48,2 persen antara 4 dan 11 Februari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.