Antisipasi Virus Corona, Jawa Barat Pantau WNA Asal Cina

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pemerintah Jawa Barat melakukan pemantauan pada WNA asal Cina sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran virus corona asal Wuhan, Cina, yang kini mendapat nama resmi COVID-19 oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    “Kami dengan pihak Imigrasi sudah memantau keberadaan warga atau TKA dari Tiongkok atau dari Cina yang ada di Jawa Barat,” kata Ridwan selepas mengikuti Rapat Koordinasi Kewaspadaan Virus Corona di Rumah Sakit Umum Pusat Pendidikan dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu, 12 Februari 2020.

    Ridwan mengatakan ada lebih dari 3 ribu orang warga Cina yang kini tengah berada di Jawa Barat. “Macam-macam. Ada TKA (tenaga kerja asing), ada pebisnis, ada wisatawan, dan lain-lain,” kata dia.

    Ia pun mengklaim semua WNA asal Cina tersebut sudah diketahui keberadaannya. “Semua sudah termonitor keberadaannya dan juga untuk dikonsultasikan,” kata Ridwan.

    Ridwan meminta agar pemantauan tersebut dengan tetap menjaga situasi tetap kondusif. "Kita tetap waspada dan jaga kondusivitas. Hindari hal-hal yang sifatnya SARA, kira-kira begitu. Harus dengan cara yang baik, cara yang sopan,” ujarnya.

    Berkaitan dengan pemantauan terhadap tenaga kerja asing asal Cina, kata Ridwan, dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja di kabupaten dan kota. “Kalau terlihat ada batuk, pilek, demam dan lain-lain yang menjadi gejala, walaupun belum tentu, harus segera antisipatif untuk melaporkan sehingga prosedur pertama bisa kita lakukan,” ujarnya.

    Ridwan menyebut ada sejumlah tahapan prosedur yang disiapkan. Pertama adalah memantau mereka yang berpotensi. “Siapa yang punya potensi, orang yang berpergian ke Cina atau warga Cina yang datang ke Jawa Barat,” kata dia.

    Kedua adalah pengawasan. Jika saat pengawasan ada yang menunjukkan gejala, maka akan dilakukan observasi atau karantina.

    Sejauh ini, kata Ridwan, ada empat orang terduga terjangkit virus Corona di Jawa Barat. Dua orang sempat menjalani perawatan di RSHS Bandung dan dua orang lainnya di RS Paru dr Rotinsulu Bandung. “Per hari ini yang zona pengawasan, baru 4 orang, dan semuanya negatif,” ujarnya.

    Ridwan pun mengimbau warga Jawa Barat yang punya riwayat berpergian ke luar negeri dan menunjukkan gejala mirip terjangkit virus corona seperti demam, flu, batuk serta sesak nafas agar melaporkan diri dengan menghubungi nomor 119.

    Nomor tersebut, kata Ridwan, sengaja disediakan bagi warga yang hendak bertanya hingga melaporkan seputar kasus virus Corona. Pihaknya juga menyiagakan enam rumah sakit untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

    Di luar antisipasi itu, Ridwan Kamil juga meminta warga mewaspadai sebaran informasi hoaks yang beredar seputar virus corona. “Hoaks yang beredar sampai hari ini masih beredar macam-amcam,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.