Tandatangani Pakta Integritas, Polri Janji Taat LHKPN ke KPK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KPK. ANTARA

    Ilustrasi KPK. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Sumber Daya Manusia Polri (SSDM) menggelar pembacaan dan penandatanganan pakta integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Eko Indra Heri berjanji Polri akan mematuhi kewajiban Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

    "Ini titik awal dimulainya zona integritas," kata Eko dalam sambutannya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, 12 Februari 2020. Sebenarnya, ujar dia, Polri sudah melakukan hal ini tapi belum mendapat predikat ini secara formal.

    Pembacaan dan penandatanganan pakta integritas itu diikuti jajaran Polri SSDM, dan disaksikan langsung oleh ketua KPK Firli Bahuri, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, perwakilan Ombudsman RI dan Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi.

    Beberapa langkah akan dilakukan Polri untuk mewujudkan zona integritas. "SSDM Polri berkeyakinan siap untuk membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani dengan langkah-langkah antara lain membangun komitmen bersama yang bebas dari KKN dan meningkatkan pelayanan yang berbasis teknologi informasi."

    Kedua, Polri juga akan menginventarisasi kewajiban LHKPN. Menurut Eko itu akan menjadi kewajiban Polri, dan senantiasa akan menyampaikannya kepada Ketua KPK Firli Bahuri.

    Eko juga menyinggung transparansi perekrutan dan promosi jabatan yang dilakukan SSDM Polri. Transparansi dalam hal itu kata Eko perlu dibantu pihak lain di luar SSDM Polri. "Memang 90 persen konsumen kita adalah internal, tapi 10 persen dari eksternal, oleh karena itu pembangunan zona integritas ini tidak bisa dibangun sendiri."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.