Pengamat: Terpilihnya Zulkifli Turunkan Suhu Politik Internal PAN

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) memberikan sambutan saat pembukaan Kongres V PAN di MTQ Square, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, 10 Februari 2020. Dalam pidatonya, Zulhas meminta kader PAN bersatu dibawa bendera partai. ANTARA/Jojon

    Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) memberikan sambutan saat pembukaan Kongres V PAN di MTQ Square, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, 10 Februari 2020. Dalam pidatonya, Zulhas meminta kader PAN bersatu dibawa bendera partai. ANTARA/Jojon

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai terpilihnya Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional periode 2020—2025 akan menurunkan suhu politik di internal partai berlambang matahari terbit itu. "Pascakemenangan Zulkifli, suhu politik di Kongres V PAN hampir dapat pastikan akan menurun drastis," ujar Emrus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Suhu politik di internal partai dalam Kongres V PAN yang dilaksanakan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, sempat memanas. Pendukung Mulfachri Harahap dan Zulkifli Hasan bentrok di ruang sidang kongres. Pendukung dua kubu saling lempar kursi dan botol air mineral yang ada di ruangan tersebut. Akibatnya, puluhan kader dari kedua kubu luka-luka.

    Zulkifli Hasan kembali terpilih sebagai ketua umum setelah pemilihan di kongres berhasil menang dengan jumlah 331 suara dari 563 total suara yang sah. Calon ketua umum lainnya, yakni Mulfachri Harahap mendapatkan 225 suara, atau kalah 106 suara dari Zulkifli Hasan. Sedangkan Dradjad Wibowo hanya memperoleh enam suara.

    Menurut Emrus, setelah Zulkifli terpilih sebagai ketua umum, faksi, dan aktor politik yang sebelumnya berselisih akan melakukan komunikasi politik untuk berbagi peran dalam struktur kepengurusan partai. Sebagai aktor politik, kata Emrus, mereka tidak akan bisa lepas dari keinginan "berkuasa" di internal partai. Ia yakin para pihak akan mencoba mendekatkan diri dengan Zulkifli sebagai ketua umum terpilih.

    Adapun Zulkifli diprediksi akan berusaha semaksimal mungkin menempatkan anggota atau kader di struktur organisasi partai yang dapat menjalankan kepentingan politik Zulkifli dan perjuangan politik PAN untuk berkompetisi dengan partai lain dalam suatu kontestasi politik.

    Aktor politik yang tidak memilih Zulkifli sebagai ketua umum dipastikan akan melakukan kalkulasi politik secara matang dengan meleburkan diri. "Mereka menilai akan lebih menguntungkan baginya bila menjadi bagian dari garis politik Zulkifli," kata pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.