Wabah Virus Corona, Pemerintah Batasi Penempatan Pekerja Migran

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang yang mengenakan masker terlihat di stasiun kereta api Shanghai di Shanghai, Cina 22 Januari 2020. Ada delapan kasus lain yang diketahui di seluruh dunia: Thailand telah mengkonfirmasi empat kasus, sementara Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan dan Jepang masing-masing melaporkan satu. [REUTERS / Aly Song]

    Penumpang yang mengenakan masker terlihat di stasiun kereta api Shanghai di Shanghai, Cina 22 Januari 2020. Ada delapan kasus lain yang diketahui di seluruh dunia: Thailand telah mengkonfirmasi empat kasus, sementara Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan dan Jepang masing-masing melaporkan satu. [REUTERS / Aly Song]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah membatasi pengiriman pekerja migran Indonesia ke Hong Kong dan Taiwan untuk menghindari kemungkinan paparan virus Corona yang telah mewabah di Cina dan sejumlah negara lainnya.

    "Kemenaker secara tegas melarang penempatan ke Cina daratan (selain juga) membatasi pengiriman ke Hong Kong dan Taiwan," kata Pelaksana tugas Kepala BP2MI Tatang Budie Utama Razak di Kantor BP2MI, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

    Tatang mengatakan pembatasan itu dilakukan untuk melindungi para pekerja sehingga mereka terhindar dari kemungkinan paparan virus Corona, yang pertama kali mewabah di Kota Wuhan, Cina. Saat ini, virus itu sudah menjangkiti sekitar 27 negara lainnya, termasuk Hong Kong dan Taiwan.

    Selain melakukan pembatasan, pemerintah mengimbau seluruh pekerja migran di luar negeri, terutama Hong Kong dan Taiwan, untuk menghindari kerumunan dan meminimalkan penggunaan angkutan umum. Mereka juga diimbau untuk tetap memakai masker dan berperilaku hidup bersih dengan sering mencuci tangan.

    "Jadi sebenarnya kita memiliki kepedulian bagaimana kita mencegah akan virus ini," kata Tatang.

    Sementara itu, akibat pembatasan tersebut, proses penempatan pekerja migran ke luar negeri tentu terkena dampak. "Dengan adanya wabah virus Corona, apalagi dengan adanya imbauan Kemenaker untuk jangan menempatkan (PMI), pasti berdampak kepada penempatan. Cuma seberapa besar dampaknya saya belum bisa memastikan karena kita belum mendapat data mana yang sudah berangkat dan mana yang harus ditunda," kata Tatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.