Pendukung ISIS Setuju Pemerintah Prioritaskan Jemput Anak Yatim

Reporter

Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. ANTARA/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - WNI bekas pendukung ISIS, Aleeyah Mujahid, bukan nama sebenarnya, setuju bila pemerintah memprioritaskan pemulang anak-anak yatim piatu asal Indonesia di Suriah. “Aku setuju kalau anak yatim piatu dipulangkan duluan. Jadi prioritas,” kata Aleeyah kepada Tempo, Selasa, 11 Februari 2020. 

Wanita 25 tahun asal Jakarta itu menceritakan bahwa sekitar Juni atau Juli 2019, pemerintah Australia juga memulangkan anak yatimnya dari pengungsian. Anak itu keluarga Sharrouf, militan kelompok ISIS asal Australia. Aleeyah mengatakan, salah satu yang dipulangkan juga ada perempuan berusia 18 tahun, ibu dari tiga anak. “Karena dulu pas ke Suriah masih di bawah umur, dibawa orang tua. Dipertimbangkan untuk tetap dipulangkan.”

Aleeyah berharap pemerintah Indonesia juga mempertimbangkan hal serupa. Yang dipulangkan, kata Aleeyah, sebaiknya tak hanya anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Tapi juga yang ke Suriah saat masih anak-anak. “Kalau anak-anak yang sekarang sudah bukan anak-anak, tapi dulunya pas dibawa masih anak-anak gimana?”

Pemerintah memutuskan tak akan memulangkan orang Indonesia pendukung ISIS ke Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan keputusan diambil berdasarkan pertimbangan keamanan bagi 267 juta penduduk Indonesia. “Pemerintah tak ada rencana memulangkan teroris, bahkan tidak akan memulangkan foreign terrorist fighter (FTF) ke Indonesia,” kata Mahfud.

Mahfud menjelaskan terdapat 689 orang Indonesia pendukung ISIS tersebar di sejumlah negara, seperti Turki dan Suriah. Namun, pemerintah akan mendata jumlah valid berikut identitas mereka secara lengkap. Pemulangan anak-anak di bawah usia 10 tahun juga akan dipertimbangkan. “Tapi case by case. Ya, lihat saja apakah ada orang tuanya atau tidak, (berstatus) yatim piatu.”

Rencana pemerintah pemulangan orang Indonesia pendukung ISIS mendapatkan kritik dari banyak kalangan. Rencana itu pertama kali disampaikan kepada publik oleh Menteri Agama Fachrul Razi.






Menkes soal Ratusan Meninggal di Tragedi Kanjuruhan: Karena Sesak Nafas

4 jam lalu

Menkes soal Ratusan Meninggal di Tragedi Kanjuruhan: Karena Sesak Nafas

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyebab kematian dalam tragedi Kanjuruhan karena desak-desakan di antara penonton saat kerusuhan pecah.


Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

5 jam lalu

Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

Reformasi, kata Mahfud MD, terutama menyangkut masalah kultural, seperti hedonisme, gaya hidup mewah, dan judi yang melibatkan anggota kepolisian.


5 Kualitas yang Perlu Dimiliki Seorang Ibu

5 jam lalu

5 Kualitas yang Perlu Dimiliki Seorang Ibu

Modal dasar menjadi ibu yang baik adalah memahami diri sendiri dan anak lalu mengambil tindakan yang sesuai.


Bolehkah Ajarkan Anak Berenang Sejak Usia di Bawah 1 Tahun

10 jam lalu

Bolehkah Ajarkan Anak Berenang Sejak Usia di Bawah 1 Tahun

Ada banyak manfaat baik ajarkan anak berenang di kolam renang. Namun kapan waktu terbaik mulai ajarkan anak berenang?


Tragedi Kanjuruhan, YLBHI Sebut Ada Pelanggaran Penanganan Massa Oleh Polisi

12 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, YLBHI Sebut Ada Pelanggaran Penanganan Massa Oleh Polisi

YLBHI menyebut ada pelanggaran penanganan massa oleh polisi sehingga Tragedi Kanjuruhan memakan korban hingga 129 orang.


Tragedi Kanjuruhan: Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas, Jumlah Korban Bertambah Jadi 129 Orang

13 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan: Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas, Jumlah Korban Bertambah Jadi 129 Orang

Presiden Jokowi mengatakan jumlah korban tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 129 orang.


129 Tewas dalam Tragedi Arema vs Persebaya, Mahfud MD Ungkap Penyebab Kematian Massal

13 jam lalu

129 Tewas dalam Tragedi Arema vs Persebaya, Mahfud MD Ungkap Penyebab Kematian Massal

Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, bukan bentrok antara suporter Persebaya dan Arema FC.


Mahfud Md Bicara Soal Tragedi Kanjuruhan, Ada Dugaan Kesalahan Panpel

13 jam lalu

Mahfud Md Bicara Soal Tragedi Kanjuruhan, Ada Dugaan Kesalahan Panpel

Mmahfud Md menduga ada kesalahan panpel dalam tragedi Kanjuruhan.


Umur Anak yang Dianjurkan Boleh Berenang di Kolam Renang Menurut Dokter

1 hari lalu

Umur Anak yang Dianjurkan Boleh Berenang di Kolam Renang Menurut Dokter

Dokter mengatakan anak usia di bawah 1 tahun tidak direkomendasikan berenang di kolam renang. Ini alasannya.


Mahfud Md dan 8 Mantan Hakim Konstitusi Berkumpul Bahas Pencopotan Aswanto

1 hari lalu

Mahfud Md dan 8 Mantan Hakim Konstitusi Berkumpul Bahas Pencopotan Aswanto

Jimly mengatakan Mahfud Md selaku Menko dan mantan Ketua MK telah mendengar semua kesimpulan dari para mantan hakim.