Terima Anugerah Antikorupsi, Novel Baswedan Bicara Pelemahan KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan menghadiri undangan Launching Ceremony Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF). Foto: Istimewa

    Novel Baswedan menghadiri undangan Launching Ceremony Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF). Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menerima penghargaan antikorupsi dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF). Novel dinilai telah bekerja keras, berani, berdedikasi, dan berkomitmen dalam memberantas korupsi.

    “Penghargaan ini adalah bentuk dukungan dan penghormatan terhadap semua pihak yang memilih jalan untuk berjuang memberantas korupsi, baik di Malaysia, Indonesia dan di seluruh dunia,” kata Novel dalam keterangan tertulis, Selasa 11 Februari 2020.

    Penghargaan ini diberikan di Putrajaya Marriot Hotel, Kuala Lumpur hari ini. Tahun ini PIACCF memberikan penghargaan kepada dua orang pegawai lembaga anti-korupsi yakni mendiang Kevin Anthony Morais, penuntut pada Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia, yang terbunuh pada tahun 2015, dan Novel.

    Novel mengatakan penghargaan yang ia terima merupakan sebuah inisiatif yang menegaskan bahwa isu pemberantasan korupsi bukan hanya permasalahan masing-masing negara. Tetapi merupakan masalah bersama masyarakat dunia.

    Novel menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Malaysia yang bisa mencapai peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) sebesar enam poin di tahun 2019. “Hal ini merupakan pencapaian yg luar biasa, yang hanya bisa tercapai atas kerja keras dan konsistensi dalam menindak dan mencegah korupsi,” kata dia.

    Selain itu, Novel menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Malaysia dalam memberikan perlindungan kepada para petugasnya dalam melaksanakan tugas untuk memberantas korupsi. Ia berharap Pemerintah Malaysia, dapat menularkan keberhasilan pemberantasan korupsi ini kepada Indonesia.

    “Saya juga berharap semoga pegawai KPK, dan para aktifis anti-korupsi di Indonesia terus bersemangat untuk berjuang melawan korupsi, di tengah pelemahan terhadap KPK yang sekarang sedang terjadi,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.