Kutip Data CIA, Mahfud Md: 689 WNI Jadi Teroris di Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Kepala BNBP Doni Monardo (kedua kanan) menghadiri dzikir dan doa bersama di Masjid Agung Natuna, Kepulauan Riau, Kamis, 6 Februari 2020. Kegiatan doa bersama tersebut ditujukan agar Natuna dan seluruh warga Indonesia terhindar dari serangan virus Corona. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Kepala BNBP Doni Monardo (kedua kanan) menghadiri dzikir dan doa bersama di Masjid Agung Natuna, Kepulauan Riau, Kamis, 6 Februari 2020. Kegiatan doa bersama tersebut ditujukan agar Natuna dan seluruh warga Indonesia terhindar dari serangan virus Corona. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan saat ini ada 689 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi teroris lintas negara atau foreign terrorist fighters (FTF).

    Data ini merupakan hasil akumulasi yang didapat oleh pemerintah Indonesia dari sejumlah instansi di luar negeri, termasuk badan intelijen Amerika Serikat atau CIA.

    "Berdasarkan data CIA 689 orang, 228 orang teridentifikasi, sisanya 401 tidak teridentifikasi, (tidak) lengkap identitasnya," kata Mahfud saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 11 Februari 2020.

    Selain itu, Mahfud juga mengaku mendapat data dari Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Data ICRP menyebut ada 185 orang WNI yang diduga FTF menyebar di berbagai negara di dunia. Meski begitu, Mahfud masih memastikan apakah 185 orang yang dimaksud, juga termasuk dalam 689 orang yang disebut CIA.

    "Kita juga punya data-data yang ambil sendiri. Ya di sekitar situ jumlahnya," kata Mahfud.

    Pemerintah, kata Mahfud, memutuskan tak akan memulangkan 689 WNI yang diduga FTF. Hal ini diputuskan setelah rapat internal digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, bersama Presiden Joko Widodo.

    Mahfud mengatakan kepulangan para terduga teroris lintas batas ini akan mengancam seluruh masyarakat Indonesia. "Pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari ancaman terorisme dan virus-virus baru teroris terhadap 267 juta rakyat Indonesia," kata Mahfud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.