Ini Alasan Prabowo Minta Gerindra Dukung Gibran di Pilkada Solo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tiba di DPP PDIP, Jakarta, 10 Februari 2020, untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai bakal calon wali kota Solo. Foto: Istimewa

    Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tiba di DPP PDIP, Jakarta, 10 Februari 2020, untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai bakal calon wali kota Solo. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto meminta agar partai mendukung Gibran Rakabuming Raka di pemilihan kepala daerah Solo 2020.

    Menurut Dasco, Prabowo memberikan arahan itu karena Gerindra merupakan bagian dari koalisi pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Koalisi kali," kata Dasco singkat seraya tersenyum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

    Dasco tak merinci lebih jauh alasan Prabowo. Namun, dia mengatakan, putra sulung Jokowi itu memang berpotensi kuat diusung di Pilkada Solo 2020. "Kalau internal, informasi sementara ya calon kuat masih yang bersangkutan," ujar dia.

    Dasco pun mengatakan Gerindra bukan hanya menunggu keputusan akhir dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ihwal pencalonan Gibran. Gerindra, kata dia, saat ini juga menjalankan mekanisme di tingkat DPC Solo untuk menjaring calon yang bakal diusung.

    "Proses dari DPC ke DPD, DPD ke DPP. Jadi proses-proses rekomendasi pilkada itu bukan cuma hanya menunggu partai lain, tetapi kami juga sedang berproses di kami untuk sampai ke DPP," kata Dasco.

    Kemarin, Gibran telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar DPP PDIP. Selain dia, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dan Ketua DPRD Solo Teguh Prakosa juga mengikuti uji kepatutan dan kelayakan itu. Purnomo dan Teguh adalah pasangan kandidat yang diusung DPC PDIP Solo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.