WN Korsel di Sumut Dipastikan Meninggal Bukan Karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung mendatangi pasien virus corona baru di bangsal terisolasi rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 6 Februari 2020.  Jumlah penderita virus corona baru melonjak jadi 40.171 di seluruh China. China Daily via REUTERS

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung mendatangi pasien virus corona baru di bangsal terisolasi rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 6 Februari 2020. Jumlah penderita virus corona baru melonjak jadi 40.171 di seluruh China. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Medan - Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyatakan bahwa kematian seorang warga negara asing asal Korea Selatan bukan karena virus Corona. Anak buah kapal Sun Shine berbendera Panama itu meninggal pada Ahad, 9 Januari lalu dan diisukan karena Corona.

    "Hasil pemeriksaan medis, ABK itu meninggal karena serangan jantung dan sesuai permintaan, mayatnya sedang diautopsi," kata Kepala Dinkes Sumut Alwi Mujahit Hasibuan, Senin, 10 Februari 2020.

    Alwi mengatakan autopsi terhadap ABK bernama Seungwon, 20 tahun tersebut dilakukan di RSU Pirngadi, Medan.

    Karena itu, Alwi meminta masyarakat tidak panik dan tidak terpengaruh pemberitaan yang belum tentu benar. "Jangan terpengaruh dengan pemberitaan apapun karena pemberitaan resmi hanya bersumber dari Dinkes Sumut dan hingga saat ini virus corona belum menyebar ke Sumut," kata dia.

    Alwi menjelaskan pertolongan kepada ABK Korsel yang berbendera Panama dan menderita sakit itu terjadi saat kapal sedang berlayar dari Batam, Kepulauan Riau menuju Qatar. Bantuan kepada yang bersangkutan itu sesuai standar internasional.

    ABK tersebut dievakuasi tim dengan menggunakan kapal tug boat Marta Chanel milik Marine Pertamina EP sekitar pukul 22.00 WIB dan tiba di dermaga pukul 00.45 WIB. Namun ABK asal Korsel itu diduga sudah meninggal sebelum dibawa ke RS Pertamina Pangkalan Brandan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.