Kemlu: 78 WNI ABK Diamond Princess Bebas Virus Corona

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar Diamond Princess, yang terdapat puluhan penumpang mengidap Virus Corona di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 7 Februari 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Kapal pesiar Diamond Princess, yang terdapat puluhan penumpang mengidap Virus Corona di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 7 Februari 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyampaikan bahwa 78 WNI anak buah kapal pesiar Diamond Princess dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus Corona.

    "Kita meyakini 78 WNI sehat," kata Faizasyah di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.

    Faizasyah mengatakan, KBRI di Tokyo terus membangun komunikasi dengan para ABK Diamond Princess melalui grup WhatsApp untuk memantau kondisi mereka.

    Menurut Faizasyah, fasilitas yang diberikan pihak Jepang sudah sangat baik. Kondisi kesehatan dan psikologis pada ABK juga baik.

    Otoritas Jepang tengah melakukan karantina kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama.

    Kapal pesiar dengan total 3.700 penumpang dan awak itu tiba di Yokohama pada Senin malam pekan lalu setelah perjalanan 14 hari ke Asia Tenggara.

    Para penumpang dan awak kapal dipaksa tetap di kapal sejak seorang pria Hong Kong berusia 80 tahun yang turun bulan lalu dinyatakan positif terkena virus Corona.

    Diamond Princess bukan satu-satunya kapal pesiar yang terjebak dalam epidemi virus Corona.

    Sebuah kapal bernama World Dream bersauh di Terminal Kapal Kai Tak, Hong Kong, setelah dilaporkan ada 8 orang dari Cina daratan terinfeksi virus Corona di dalamnya.

    Menurut Faizasyah, ada 209 WNI bekerja sebagai kru kapal dengan berbagai jabatan di kapal pesiar World Dream. Namun, seluruh WNI itu dalam kondisi sehat.

    "Kalau bicara yang dilakukan pemerintah, pemerintah hadir berikan support dan perlindungan negara," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.