Polri Tembak Mati Terduga Teroris di Riau

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019.  Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak mati seorang terduga teroris berinisial WF di Pelalawan, Provinsi Riau, pada 6 Februari 2020.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan WF ditembak mati karena dia melemparkan bom pipa ke arah personel Polri.

    "Kami lakukan tindakan tegas dan terukur sebelum tertangkap karena dia melempar bom pipa kepada anggota," kata Argo saat dikonfirmasi pada hari ini, Senin, 10 Februari 2020.

    Menurut dia, seorang anggota Polri terluka akibat kejadian tersebut sehingga harus dirawat di rumah sakit setempat.

    WF diduga admin grup pesan WhatsApp untuk merekrut sukarelawan untuk melakukan tindakan terorisme. Ia bahkan merekrut polisi wanita berinisial NOS dari Kepolisian Daerah Maluku Utara.

    Argo tak menerangkan lebih detail perihal NOS dan keterlibatannya dalam jaringan teroris.

    Penangkapan WF berawal ketika Polri menerima informasi bahwa WF berada di sebuah kapal di Pelalawan, Riau. Kemudian, polisi bernegosiasi dengan nahkoda kapal itu.

    "Saat kami melakukan nego dan mendekat ke kapal tersebut, yang bersangkutan melemparkan bom pipa," ucap Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.