Akibat Virus Corona, 21 WNI Lagi Tiba dari Cina Sore Ini

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga membaca pamflet sosialisasi pencegahan virus Corona yang dibagikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang warga membaca pamflet sosialisasi pencegahan virus Corona yang dibagikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun mengatakan 21 WNI sudah dipulangkan dari Airport Beijing pada hari ini, Senin, 10 Februari 2020, ke Indonesia menyusul wabah virus Corona.

    "Pagi tadi sekitar jam 09.30, kita baru memfasilitasi bersama-sama pemerintah daerah terkait memulangkan 21 orang dari Airport Beijing," kata Djauhari dalam video conference di Gedung Bina Graha, Jakarta, hari ini.

    Menurut Djauhari, 21 mahasiswa tersebut akan tiba di Indonesia pada sore ini dengan penerbangan Malaysia Airlines dan beberapa maskapai lainnya.

    Mereka bisa dipulangkan karena tidak menetap di Wuhan yang masih diisolasi. Dia menerangkan bahwa satu-satunya kota yang masih tertutup di Cina hanya Wuhan.

    Adapun untuk 2-3 kota lainnya Pemerintah Cina menganjurkan self restriction, yaitu meminta warganya mengurangi intensitas berinteraksi di luar apartemen atau perkantoran dan tempat umum.

    Dengan adanya kebijakan Cina itu, KBRI di Cina pun menganjurkan WNI yang ingin kembali ke Indonesia bisa melalui negara ketiga. Sejak 5 Februari 2020, akses baik dari dan ke Indonesia, ditutup sementara.

    Djauhari juga memastikan penerbangan transit yang dipilih untuk memulangkan 21 WNI tersebut bukan yang mewajibkan karantina.

    Meski begitu, Pemerintah Indonesia sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka secara memadai.

    "Sehingga bisa diyakini bahwa mereka masuk ke Indonesia dalam kondisi baik dan sehat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.