Gibran dan Purnomo Jalani Uji Kelayakan Pilkada Solo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tiba di DPP PDIP, Jakarta, 10 Februari 2020, untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai bakal calon wali kota Solo. Foto: Istimewa

    Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tiba di DPP PDIP, Jakarta, 10 Februari 2020, untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai bakal calon wali kota Solo. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tiba di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat. Ia akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan untuk maju di Pemilihan Wali Kota Solo atau Pilkada Solo.

    Ia tiba di Jalan Diponegoro, depan markas PDIP, sekitar pukul 12.54 WIB. Tidak banyak yang ia sampaikan pada media. "Nanti, ya," kata Gibran, Senin, 10 Februari 2020.

    Gibran sebelumnya mendaftar menjadi bakal calon wali kota Surakarta lewat DPP PDIP. Langkah itu ia lakukan lantaran tidak mendapat restu dari DPC Solo. DPC PDIP Surakarta lebih merekomendasikan DPP PDIP untuk mengusung Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

    Selain Gibran, Purnomo dan Teguh telah tiba di DPP PDIP. Saat ini, proses uji kelayakan dan kepatutan berlangsung secara tertutup. Pihak PDIP tidak mengizinkan wartawan untuk masuk ke kantornya.

    Sumber Tempo menyatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menemui Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo di Yogyakarta pada 31 Januari lalu. Pertemuan ini diduga untuk memuluskan langkah Gibran maju di Pemilihan Wali Kota Solo.

    Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Jokowi menampik jika ia berusaha membangun dinasti politik. Ia mengatakan belum tentu rakyat memilih keduanya. "Siapapun kalau enggak dikehendaki rakyat, ya, enggak akan jadi. Cari partai saja masih kesulitan," katanya saat berdialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.