Hari Terakhir di Australia, Jokowi Akan Pidato di Depan Parlemen

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jenderal Australia David Hurley (kanan) menyambut Presiden Jokowi saat menerima sambutan seremonial dan menandatangani buku tamu di Goverment House di Canberra, Australia, 9 Februari 2020. Kunjungan ke Government House ini merupakan agenda pertama Presiden Jokowi di hari kedua berada di Canberra. AAP/Getty Pool/Tracey Nearmy/REUTERS

    Gubernur Jenderal Australia David Hurley (kanan) menyambut Presiden Jokowi saat menerima sambutan seremonial dan menandatangani buku tamu di Goverment House di Canberra, Australia, 9 Februari 2020. Kunjungan ke Government House ini merupakan agenda pertama Presiden Jokowi di hari kedua berada di Canberra. AAP/Getty Pool/Tracey Nearmy/REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Di hari terakhir kunjungan kenegaraan ke Australia, Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Gedung Parlemen Australia. Jokowi akan menggelar pertemuan tête-à-tête dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, lalu menghadiri pertemuan bilateral Republik Indonesia dengan Australia dalam Annual Leader's Meeting (ALM).

    Jokowi akan menyaksikan penandatanganan sejumlah Memorandum of Understanding atau MoU (Nota Kesepahaman) dalam pertemuan tersebut. "Pertama adalah Plan of Action Comprehensive Strategic Partnership tahun 2020-2024 dan kedua, kerja sama di bidang perhubungan yang akan dilakukan Pak Menhub," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Hotel Hyatt Canberra, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Adapun nota kesepahaman yang akan ditandatangani oleh Menteri Perhubungan kedua negara adalah MoU concerning Transportation Security Cooperation.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ada dua hal pokok yang akan dibahas dalam nota kesepahaman tersebut, yaitu berkaitan dengan kemudahan menggunakan konektivitas udara serta berkaitan dengan vokasi dan keselamatan.

    "Australia banyak support safety di Indonesia, memberikan tenaga-tenaga pelatihan dan karena itu kita minta ditingkatkan untuk memberikan dukungan kepada vokasi di Indonesia," kata Budi Karya.

    Selepas itu, Presiden Jokowi dan PM Morrison akan menggelar pernyataan pers bersama. Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin akan mengumumkan ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreeement (IA-CEPA).

    Selain itu, Jokowi akan menerima beberapa kunjungan kehormatan, yaitu dari Ketua Oposisi Australia dan dari Ketua House of Representatives Australia serta Ketua Senat Australia. Selanjutnya, Jokowi akan menyampaikan pidato di hadapan anggota parlemen Australia.

    Selepas menghadiri jamuan santap siang oleh PM Australia, Jokowi akan kembali ke Hotel Hyatt untuk kemudian menghadiri pertemuan Indonesia-Australia Business Roundtable.

    Terkait forum tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada sekitar 20 pengusaha pertambangan, jasa, sektor kesehatan, hingga perguruan tinggi. "Memang ada perguruan tinggi yang ingin beroperasi di Indonesia dan pemerintah mau lihat deregulasinya di situ, terutama beroperasi di daerah ekonomi khusus," ujarnya.

    Pada sore harinya, Jokowi dan rombongan akan menuju Bandara Militer Defence Establishment Fairbairn, Canberra, untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.