Pilkada Solo, Partai Tunggu Nama yang Direkomendasikan DPP PDIP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berpose dengan mesin jahit di kediaman guru lesnya, Mayor Haristanto di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu, 22 Januari. TEMPO/Bram Selo Agung Mardika

    Bakal calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berpose dengan mesin jahit di kediaman guru lesnya, Mayor Haristanto di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu, 22 Januari. TEMPO/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Solo- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo hingga saat ini belum menunjuk calonnya untuk  pemilihan kepala daerah atau Pilkada Solo yang akan berlangsung tahun ini. Partai lain juga masih menunggu keputusan pemilik kursi mayoritas di legislatif itu.

    Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Abdul Gofar Ismail mengatakan partainya belum menentukan sikap dalam pilkada mendatang. "Belum ada nama calon yang muncul," kata dia, Ahad, 9 Februari 2020.

    Menurut Gofar, partainya memilih menunggu keputusan PDIP yang memiliki 30 kursi di DPRD Surakarta. "Saya juga yakin partai lainnya melakukan hal yang sama," Apalagi, nama-nama yang sedang disaring oleh PDIP merupakan kandidat yang memiliki elektabilitas kuat.

    Saat ini, terdapat dua nama berebut restu dari PDIP. Mereka adalah Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka. "Hingga kini belum ada titik terang siapa yang akan dilipih oleh PDIP."

    Menurut dia, PDIP akan berpeluang menghadapi kotak kosong jika rekomendasinya turun di saat akhir periode pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). "Partai lain tidak punya waktu untuk membangun koalisi." Dari sejumlah partai yang memiliki kursi di legislatif, hanya PDIP yang memiliki kemampuan mengusung calon tanpa perlu koalisi.

    "Jika PDIP mengeluarkan rekomendasi lebih awal, kehidupan demokrasi di Kota Solo mungkin bisa lebih baik." Partai lain bisa membentuk koalisi untuk menghadirkan calon alternatif sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam pilkada mendatang.

    Jumlah suara PDIP yang mencapai lebih dari separuh kursi di legislatif, menurut dia, menjadikan pilkada di Solo menjadi cukup unik. "Dalam pilkada biasanya partai membuat koalisi terlebih dulu, baru memilih nama." Sedangkan yang terjadi di Solo, partai politik belum berani membuat koalisi jika PDIP belum mengeluarkan rekomendasi.

    Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno mengatakan ada kemungkinan PDIP akan berhadapan dengan kotak kosong dalam Pilkada Solo tahun ini. Namun, dia mengaku tidak mempermasalahkannya. "Jika memang realitasnya seperti itu, kami pikir juga tidak masalah."

    Gerindra Solo juga masih menunggu keputusan PDIP tentang rekomendasi dalam Pilkada Solo. "Jika rekomendasi turun ke Gibran, kami akan bergabung dengan PDIP."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.