PKB Kritik Menteri Agama dari Militer, Golkar: Kritik Programnya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi seusai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kamis 28 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Menteri Agama Fachrul Razi seusai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kamis 28 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Kerohanian DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily berpendapat latar belakang Menteri Agama Fachrul Razi dari unsur TNI tak perlu dipersoalkan. "Kita tentu harus kritik program dan kebijakannya, bukan latar belakangnya," kata Ace kepada Tempo, Ahad, 9 Februari 2020.

    Ace menyampaikan hal itu pernyataan politikus Partai Kebangkitan Bangsa Luluk Nur Hamidah yang mempersoalkan latar belakang Fahcrul Razi. Politikus PKB Luluk Nur Hamidah mengkritik pilihan Jokowi atas Fachrul Razi. Dia menilai bukan hanya kalangan nahdliyin yang dibuat kaget dengan pilihan itu, tetapi seluruh masyarakat Indonesia.

    "Ini era baru, Pak Jokowi juga orang sipil, masa kini, kekinian, milenial. Tapi kok memilih Menag saja harus militer," kata Luluk dalam diskusi di Hotel Ibis Tamarin, Jakara Pusat, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Luluk juga menyebut Fachrul tak segarang di awal-awal kemunculannya sebagai Menteri Agama. Dia menilai Ketua Bravo 5, ormas pendukung Jokowi sejak 2014 itu terlalu banyak berkompromi dengan organisasi yang dilarang pemerintah.

    Ace mengatakan Fachrul Razi saat ini sudah bukan militer aktif. Mantan Wakil Panglima TNI itu, kata dia, memiliki hak yang sama dengan masyarakat lain untuk menduduki jabatan politik.

    Menurut Ace tak ada yang dilanggar dari pengangkatan Fachrul menjadi Menteri Agama. Wakil Ketua Komisi Agama ini juga mengatakan penunjukan menteri merupakan wewenang Presiden Joko Widodo. "Itu hak prerogatif Presiden untuk memilih pembantunya."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.