Bertemu Rudyatmo, Gibran Mengaku Dapat Wejangan dan Teguran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka menemui Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Rabu 18 September 2019. Pertemuan yang digelar di rumah dinas wali kota itu berlangsung secara tertutup. AHMAD RAFIQ

    Gibran Rakabuming Raka menemui Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Rabu 18 September 2019. Pertemuan yang digelar di rumah dinas wali kota itu berlangsung secara tertutup. AHMAD RAFIQ

    TEMPO.CO, JakartaAnak sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, datang menemui Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di rumah dinasnya, Ahad sore 9 Februari 2010. Dia mengaku berbincang cukup banyak dalam pertemuan  itu.

    "Tadi suasananya cukup cair," kata Gibran. Dia mengaku sengaja menemui Rudyatmo untuk berpamitan. Senin, 10 Februari 2020, Gibran harus memenuhi panggilan dari DPP PDIP untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan terkait pilkada Surakarta.

    "Saya sengaja sowan untuk berpamitan," katanya. Selain sebagai pimpinan PDIP di Surakarta, Gibran juga menganggap Rudyatmo sebagai tokoh senior di kota itu. "Tadi banyak wejangan yang diberikan," katanya.

    Selain wejangan, Gibran juga mengaku mendapatkan beberapa teguran dari Rudyatmo. "Ada wejangan, nasehat serta teguran," katanya. Sayangnya, Gibran enggan untuk menjelaskan secara rinci pembicaraan dalam pertemuan itu.

    Saat dikonfirmasi, Rudyatmo mengakui adanya pertemuan tersebut. "Tadi dia datang untuk berpamitan," katanya kepada Tempo. Hanya saja, dia membantah memberikan teguran kepada Gibran. "Hanya pamitan, pertemuannya juga hanya sebentar kok," katanya.

    Dalam beberapa kesempatan, Gibran mengeluhkan sulitnya menemui Rudyatmo, terutama setelah dia menyatakan minatnya untuk maju dalam pilkada di Kota Surakarta. Dia mengaku telah berusaha menemui Rudyatmo, baik menghubungi nomor pribadi maupun lewat ajudan. Tapi upayanya tidak pernah mendapat respon.

    Namun, keluhan itu dibantah oleh Rudyatmo. "Tidak pernah ada telepon masuk," katanya. Dia menyebut tidak pernah menolak tamu yang datang berkunjung, baik ke kantor maupun rumah dinas. "Lha wong tukang becak saja saya temui kok," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.