PAN Tak akan Undang Jokowi dalam Kongres Partai. Kenapa?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo berfoto di kursi pimpinan sebelum Rapat Paripurna terakhir masa jabatan 2014-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 30 September 2019. Rapat Paripurna tersebut mengagendakan laporan pimpinan Panitia Khusus terhadap hasil kajian pemerintah atas pemindahan ibu kota, dan pidato penutupan masa persidangan I tahun sidang 2019 dn penutupan masa bakti keanggotaan DPR periode 2014-2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo berfoto di kursi pimpinan sebelum Rapat Paripurna terakhir masa jabatan 2014-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 30 September 2019. Rapat Paripurna tersebut mengagendakan laporan pimpinan Panitia Khusus terhadap hasil kajian pemerintah atas pemindahan ibu kota, dan pidato penutupan masa persidangan I tahun sidang 2019 dn penutupan masa bakti keanggotaan DPR periode 2014-2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaPartai Amanat Nasional (PAN) tak mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pimpinan kementerian atau lembaga negara lainnya untuk menghadiri pembukaan Kongres V yang akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin besok, 10 Februari 2020. 

    Ketua Organizing Committee Kongres PAN, Eko Hendro Purnomo mengatakan hal itu merupakan kesepakatan di internal partai.

    "Kami tidak mengundang tokoh-tokoh yang disebutkan tadi karena memang ini hajatan kami, tidak ingin menyusahkan beliau. Karena ini pesta kami, ya kami yang meramaikan," kata pria yang akrab disapa Eko Patrio ini kepada Tempo, Ahad, 9 Februari 2020.

    Eko mengatakan pembukaan kongres akan digelar di Lapangan Tugu Persatuan, Kendari. Acara akan berisikan pertunjukan kesenian dan kebudayaan dari Sulawesi Tenggara dan sejumlah artis seperti grup band Ungu, Zaskia Gotik, Indra Bekti, dan lainnya.

    "Akan ada sambutan Ketua Umum Zulkifli Hasan, Pak Sutrisno Bachir, dan Pak Amien Rais," kata Eko.

    Acara kongres akan digelar mulai besok hingga Rabu, 12 Februari mendatang. Menurut Eko, peserta kongres akan membicarakan tata tertib terlebih dulu, kemudian diikuti pembahasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, lalu pemilihan ketua umum.

    Selain itu, isu-isu politik nasional seperti wacana amandemen Undang-undang Dasar 1945, angka ambang batas parlemen dan pencalonan presiden (parliamentary dan presidential threshold), sistem pemilihan umum, dan sebagainya akan turut dibahas dalam sidang-sidang selama kongres.

    "Isu-isu nasional pasti, amandemen, keamanan, (WNI eks) ISIS diterima atau tidak, itu bagian yang akan kami sikapi," ujar Eko.

    Panitia, lanjut dia, telah menyiapkan 1.200 kamar di 32 hotel di Kendari untuk peserta kongres. Eko mengatakan Sulawesi Tenggara dipilih karena perolehan suara PAN dianggap stabil di kota ini.

    "Baru pertama kali kami mengadakan kongres di Indonesia timur, kami pilih Kendari. Ini kota heroik buat PAN," ujar dia.

    Ia mengatakan meskipun beberapa kali terkena persoalan hukum, PAN tetap berprestasi di kota ini. Partai berlambang matahari terbit ini bahkan menempatkan kadernya sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Sulawesi Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.