Wacana Pemulangan Pendukung ISIS, Ngabalin: Makan Itu Paspor

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta -  Tenaga Ahli Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, sebaiknya 600 orang Indonesia pendukung ISIS di Suriah yang telah membakar paspornya tidak membenani negara dan Pemerintah. "Yang merobek-robek, membakar paspor, makan itu kau punya paspor," kata Ngabalin dalam diskusi Crosscheck bertajuk Menimbang Kombatan ISIS Pulang di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta pada Ahad, 9 Februari 2020. Selain Ngabalin, hadir pula Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem Willy Aditya, pengamat terorisme UI Ridlwan Habib, dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

    Ngabalin mengatakan, orang Indonesia pendukung ISIS itu pergi untuk kesenangan dirinya sendiri, memilih ideologinya sendiri, dan memutuskan untuk pergi dan keluar dari Indonesia untuk menempuh jalan surgawinya. Menurut dia, nasib para WNI itu menjadi urusan mereka sendiri.

    Wacana pemulangan orang Indonesia bekas pendukung ISIS itu semula disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi. Dia mengatakan  Badan Nasional Penanggulangan Teroris berencana memulangkan 600 WNI itu. Namun hingga saat ini, baik Menag, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) maupun Kementerian Koodinator Politik, Hukum dan Keamanan mengatakan wacana itu masih dalam kajian pemerintah.

    Rencana ini menimbulkan pro dan kontra. Ngabalin termasuk yang menentang rencana pemulangan orang Indonesia pendukung ISIS hingga kini masih ditimbang oleh pemerintah itu. "Tempuhlah jalan itu, selamat atau enggak selamat itu urusanmu. Jangan lagi membebani negara dan pemerintah dengan rencana pemulanganmu karena kau sudah menyebutkan negara ini negara kafir," kata Ngabalin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.