Pengamat Paparkan Kelemahan 3 Calon Ketum PAN Penantang Zulhas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan (tengah) melambaikan tangan kearah wartawan saat tiba di kediaman Presiden ke-5 RI Megawati, di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan (tengah) melambaikan tangan kearah wartawan saat tiba di kediaman Presiden ke-5 RI Megawati, di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai tiga bakal calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) tak cukup kuat untuk menggeser Zulkifli Hasan atau Zulhas. Tiga bakal calon ketua umum yang bakal menjadi penantang Zulkifli adalah Mulfachri Harahap, Asman Abnur, dan Drajad Wibowo.

    "Pertama, memang mereka telat kampanye dan deklarasi maju. Kedua, gerakan politiknya landai," kata Adi kepada Tempo, Ahad, 9 Februari 2020.

    Tiga penantang Zulkifli tersebut memang jarang menunjukkan manuvernya di publik. Mereka juga enggan membeberkan berapa banyak dukungan yang dikantongi. Pihak Asman Abnur misalnya, menyatakan lebih senang bekerja secara diam-diam.

    Meski diam-diam, Adi berpendapat manuver para kandidat itu akan tetap bisa terdeteksi. Namun sejauh ini, Adi menilai ketiga bakal calon itu terlihat memang kurang agresif.

    Di sisi lain, dia melanjutkan, Zulkifli Hasan telah menjadi ketua umum selama lima tahun. Posisi itu memberikan kemewahan bagi Zulkifli untuk membangun komunikasi intensif dan mengonsolidasikan dukungan dari para pengurus daerah.

    "Kalau dilihat kecenderungan saat ini Zulkifli relatif leading dan masih kuat," kata dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

    Kongres PAN akan berlangsung pada 10-12 Februari mendatang di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sejauh ini sudah ada tiga bakal calon ketua umum yang mendaftar, yakni Mulfachri, Asman, dan Drajad. Adapun Zulkifli disebut akan mendaftar besok di Kendari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.