Mata Kiri Novel Baswedan Iritasi Setelah Pemeriksaan di Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyapa awak media usai berlangsungnya rekonstruksi penyiraman air keras di kediamannya, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Rekonstruksi tersebut diikuti oleh kedua tersangka penyiraman yakni Ronny Bugis, dan Rahmat Kadir Mahulette. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyapa awak media usai berlangsungnya rekonstruksi penyiraman air keras di kediamannya, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Rekonstruksi tersebut diikuti oleh kedua tersangka penyiraman yakni Ronny Bugis, dan Rahmat Kadir Mahulette. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Rina Emilda, mengatakan kondisi mata suaminya memburuk setelah diperiksa penyidik di Kepolisian Daerah Metro Jaya.

    Ia mengatakan sehabis pemeriksaan Novel mengeluh matanya bermasalah. "Kemarin setelah pemeriksaan di Polda pulangnya lumayan malam. Habis pemeriksaan itu dibilang enggak nyaman atau bahasanya kemeng gitu, besok paginya bengkak besar," kata Emil saat dihubungi, Jumat, 7 Februari 2020.

    Novel diperiksa Polda pada Senin, 6 Januari 2020. Pemeriksaan berlangsung selama 10 jam, sejak dari sekitar pukul 10.20 WIB hingga 20.00 WIB malam. Sehabis pemeriksaan inilah Novel mengalami masalah di matanya.

    Emil mengatakan Novel sempat memberikan antibiotik untuk memulihkan kondisi itu. Namun, karena tak kunjung sembuh, Novel mesti kembali ke rumah sakit di Singapura.

    Pada 20 Januari operasi dilakukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mata kiri Novel sudah tak bisa ditolong. Bila terjadi infeksi kembali, maka bola matanya mesti diangkat.

    Menurut Emil, dokter di Singapura menjelaskan kondisi mata Novel menjadi parah karena adanya infeksi. Namun, dokter tak tahu pasti penyebab infeksi tersebut. Emil mengatakan menurut dokter kondisi mata penyidik KPK ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuhnya. "Dokter tak bisa ambil kesimpulan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.