Hadiri Hari Pers Nasional 2020, Jokowi: Insan Pers Teman Saya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X (ketiga kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat meresmikan Bendung Kamijoro, Kulonprogo, D.I Yogyakarta, Selasa 31 Desember 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Presiden Joko Widodo (bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X (ketiga kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat meresmikan Bendung Kamijoro, Kulonprogo, D.I Yogyakarta, Selasa 31 Desember 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hadir dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020 yang digelar di Kawasan Perkantoran Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru, pada Sabtu, 8 Februari 2020. 

    "Saya membelokkan perjalanan via Banjarmasin. Sekali lagi, ini adalah demi Hari Pers Nasional. Mengapa saya harus hadir? Karena insan pers adalah teman saya sehari-hari," kata Jokowi, dalam keterangan tertulis Sekretariat Negara yang diterima Tempo, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Dalam acara itu, Jokowi menyebut bahwa pers merupakan elemen yang selalu ada dalam kesehariannya sebagai Presiden. Ke mana pun ia berdinas, Jokowi mengatakan selalu memastikan ada wartawan yang ikut.

    Bahkan Menteri saja, kata Jokowi, tak selalu ikut. "Yang mengejar saya sehari-hari, yang menghadang saya untuk doorstop, yang menyebabkan saya kadang-kadang gugup dan gagap karena enggak siap ditanya sesuatu juga insan pers," ucap Jokowi.

    "Jadi berhadapan dengan insan pers, saya itu bukan benci tapi rindu, tetapi selalu di hati dan selalu rindu," kata Jokowi.

    Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.