Dijanjikan ISIS Hidup Baik, WNI Eks ISIS: Aslinya Bohong Beut

Suasana pengungsian WNI eks ISIS di Al-Hawl, Suriah, 23 Mei 2019. TEMPO/Hussein Abri Dongoram

TEMPO.CO, JakartaWNI Eks ISIS, Aleeyah Mujahid, bukan nama sebenarnya, menceritakan banyak orang yang setelah bergabung dengan kelompok ini memutuskan untuk kabur.

Masalahnya, kata dia, tak mudah keluar dari kelompok ini. "Mereka yang kabur lalu ditangkap akan dipenjara dalam waktu yang tak ditentukan," kata Aleeyah kepada Tempo, Jumat, 7 Februari 2020.

Padahal, kata Aleeyah, video propaganda ISIS menyebutkan orang bebas keluar kapan saja jika tak melihat Islam di organisasi tersebut. “Aslinya mah bohong beut (banget) dah. Lo kalau keluar berarti lo penghianat,” katanya. 

Ia memutuskan untuk ke Suriah dan bergabung dengan ISIS pada Desember 2015.. “Tujuan gue? Kehidupan yang lebih baik. Better life di kacamata gue itu bukan soal ekonomi, tapi soal keselamatan agama gue,” kata Aleeyah.

Lulusan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki ini mengaku ingin menyatu bersama umat muslim di penjuru dunia yang cinta Islam dan rela diatur hukum Islam, yang berdasarkan Al Quran dan sunnah untuk mencegah diri dari ketidakadilan.

Sebelum berangkat ke Suriah, Aleeyah membekali diri dengan mencari situs konsultasi tentang Islam. Hingga akhirnya pada Agustus 2015, pencariannya itu menyasar ke sebuah situs dari ISIS yang membahas soal hijrah.

“Patut gue akui, gaya bahasa dan tulisan yang mereka umbar di media sebagai nilai jual dan daya tarik mereka emang cantik dan ciamik. Bikin gue mikir, apa ini jawaban dari kebimbangan gue? Apa ini jawaban dari pencarian gue?” katanya.

Aleeyah kemudian mulai menyiapkan keberangkatan pertamanya ke luar negeri sendirian. Mulai dari membuat paspor, mencari tiket pesawat, memesan hotel, hingga mendapatkan visa Turki.

Orang tuanya tahu bahwa ia akan pergi ke Turki. Namun tidak tahu bahwa anaknya tak berencana kembali ke Indonesia. Lulusan Universitas Muhammadiyah itu dibekali uang ratusan dolar dari orang tuanya. “Tapi gue sebenarnya ngantongin lebih.”

Pada 8 Desember 2015 dinihari, Aleeyah meninggalkan Jakarta menuju Istanbul, Turki. Ia kemudian mencari kontak pemuda yang bisa membantunya menyeberang ke Suriah bagian wilayah ISIS. Kontak pemuda tersebut menjamur di Twitter. Ia teringat suasana perbatasan Turki dan Suriah yang gelap, tanpa penerangan sama sekali. “Gue sampai keder ini langkah gue lurus apa belak belok. Entah. Dingin, berduri,” ujarnya 

Penyeberangan yang dilakukan Aleeyah juga dihujani tembakan polisi perbatasan berkali-kali. Ia pun pasrah jika harus tewas di tempat itu. Setelah menemui banyak kendala, akhirnya Aleeyah baru benar-benar masuk ke wilayah kekuasaan ISIS pada Juli 2016.

Melalui Raqqah —bekas Ibu Kota ISIS, Aleeyah bersama sang suami asal Jazirah menetap di Albu Kamal, wilayah Suriah yang berbatasan dengan Irak. Ia juga melahirkan anak pertamanya di sana pada Februari 2017.

Selama lima bulan menjalani kehidupan di bawah ISIS, ekspektasi tinggi ia dan suaminya tentang kehidupan ‘ala minhaj annubuwwah pun dibayar kekecewaan. Ia mengatakan kebobrokan ISIS mulai nampak setelah kejatuhan Mosul pada akhir Oktober atau awal November 2016. Ia melihat masih banyak kebohongan dan kedzaliman yang menjamur.

Setelah lebih dari satu tahun tinggal di Albu Kamal, Aleeyah bersama suami dan anaknya pindah ke Baghouz, yang jaraknya sekitar 12 kilometer dari tempat tinggal sebelumnya. Beberapa bulan sebelum hengkang dari wilayah itu, ISIS digempur habis-habisan.

Ledakan bom tanpa target terjadi siang, sore, dan malam. Setelah sejumlah wilayah ISIS diambil alih, laki-laki diwajibkan berperang. ISIS juga berinisiatif mengeluarkan perempuan dan anak dari teritorial mereka.

Aleeyah lalu diminta suaminya untuk keluar lebih dulu bersama anak mereka lewat jalur yang resmi. Pada Desember 2017, Aleeyah dan anaknya bersama sejumlah perempuan di sana akhirnya diangkut dengan truk.

Naasnya, perjalanan itu juga tak mulus lantaran truk disetop oleh sekumpulan orang berseragam tentara dengan emblem YPG, organisasi militer Partai Persatuan Demokratik di Suriah yang mengendalikan sebagian besar wilayah Rojava.

Selanjutnya, Aleeyah enggan menceritakan kejadian miris yang dialaminya ketika itu, sampai akhirnya ia pun dipindahkan ke kamp pengungsian Rojava, Suriah. Sudah sekitar 2 tahun tinggal di Kamp Rojava, Aleeyah mengaku terus berdoa dan berharap bisa keluar dari wilayah itu ke tempat lebih baik. “Kalau jawabannya pulang ke Indonesia, alhamdulillah.”






Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

1 hari lalu

Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

Banyak wanita dan anak-anak warga negara Australia di kamp pengungsi ISIS di Suriah.


Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

6 hari lalu

Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

Sejak 2010, Sukaharjo kerap terjadi teror dan bom, terakhir ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo. Ini kejadian beberapa tahun belakangan.


Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

7 hari lalu

Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah masjid dan menewaskan sedikitnya 15 jamaah salat Jumat di negara bagian Zamfara, Nigeria


Jumlah Korban Perahu Migran Terbalik Bertambah Jadi 94 Orang

9 hari lalu

Jumlah Korban Perahu Migran Terbalik Bertambah Jadi 94 Orang

Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya perahu pembawa migran dari Lebanon bertambah menjadi 94 orang


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

9 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

10 hari lalu

Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

Pengadilan meminta pemerintah Filipina untuk memerangi pemberontakan komunis, salah satu yang terlama di Asia, dengan menghormati hukum


Israel Serang Bandara Damaskus, Lima Tentara Suriah Tewas

16 hari lalu

Israel Serang Bandara Damaskus, Lima Tentara Suriah Tewas

Lima tentara Suriah tewas setelah Israel menyerang Bandara Damaskus.


Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

17 hari lalu

Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

Densus 88 menangkap total 13 tersangka teroris dari kelompok Anshor Daulah (AD) pendukung ISIS di Dumai


Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

18 hari lalu

Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

Densus 88 menangkap delapan tersangka teroris di delapan lokasi berbeda di Dumai pada pukul 07.05-12.10 WIB.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

20 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman