WNI dari Wuhan di Natuna Mulai Sakit, Bukan karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Spesialis Paru-Paru RS PMI Bogor Nancy Sovira (kiri) memeriksa kesehatan warga saat sosialisasi pencegahan virus Corona di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Dokter Spesialis Paru-Paru RS PMI Bogor Nancy Sovira (kiri) memeriksa kesehatan warga saat sosialisasi pencegahan virus Corona di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Batam - WNI dari Wuhan, Cina mulai sakit pada hari keenam proses observasi. "Ya memang betul, (ada yang sakit)," ujar Rustian, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB saat dihubungi Tempo, Jumat, 7 Februari. Namun, pemerintah, memastikan kondisi itu tidak ada hubungannya dengan virus Corona.

    "Sudah dikonfirmasi kepada tim kesehatan yang berada di hanggar.” Mereka hanya sakit seperti gatal-gatal, perut terasa begah, dan sakit kepala.

    Pemerintah mendirikan 16 posko kesehatan di Natuna untuk mengantisipasi virus Corona itu. Masyarakat Natuna juga sudah menerima kedatangan WNI asal Wuhan di kampung halaman mereka. Mereka berencana akan mengajak 245 WNI mengelilingi wisata di Natuna setelah menjalani observasi 14 hari. "Ini bentuk pemulihan nama Natuna, kami menyarankan setelah 14 hari WNI asal Wuhan kita ajak mereka keliling tempat wisata Natuna," ujar Haryadi Ketua KNPI Natuna kepada Tempo, Kamis, 6 Februari. 

    Haryadi berharap, Pemerintah Daerah menyetujui hal itu dan ikut menfasilitasi. Mereka sudah menyampaikan rencana itu kepada Pemda, semoga dikabulkan.”Kami berharap Pemda juga berkoordinasi dengan pusat," ujar dia.  

    Selain memulihkan nama Natuna lanjut Haryadi, kegiatan itu juga dilakukan untuk mengenalkan pariwisata Natuna. "Kami juga akan koordinasi dengan Kemenkes," kata dia. 

    Sebelumnya, ribuan masyarakat Natuna menggelar aksi menolak kedatangan WNI dari Wuhan itu karena tidak mendapat sosialisasi dari pemerintah pusat. Beberapa tuntutan masyarakat dikabulkan. Sampai saat ini masyarakat Natuna sudah menerima kedatangan WNI dari Wuhan yang menghindari virus Corona itu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.