Soal Status Kepegawaian Kompol Rossa, WPK KPK: Terkatung-katung

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo Harahap, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. WP KPK mengapresiasi Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK yang mengumumkan 104 orang yang dinyatakan lolos uji kompetensi. WP juga berharap Pansel memperhatikan rekam jejak para Capim agar nanti ketika terpilih dapat bekerja mendukung pemberantasan korupsi.TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo Harahap, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. WP KPK mengapresiasi Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK yang mengumumkan 104 orang yang dinyatakan lolos uji kompetensi. WP juga berharap Pansel memperhatikan rekam jejak para Capim agar nanti ketika terpilih dapat bekerja mendukung pemberantasan korupsi.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan tak tahu posisi kepegawaian penyidik Komisaris Rossa Purbo Bekti. Kompol Rossa sudah diberhentikan dari KPK, namun Kepolisian berkukuh tak menarik penyidik ini.

    "Ya itulah,kasihan dengan nasib Mas Rossa, mengatung-ngatung," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di kantornya, Jumat, 7 Februari 2020.

    Meski demikian, Yudi mengatakan Rossa sebenarnya masih ingin di KPK hingga masa kerjanya selesai pada September 2020. Di lain sisi, Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya mengatakan Rossa sudah diberhentikan. Surat Keputusan Pemberhentian telah diterbitkan pada 22 Januari 2020.

    "Pimpinan KPK tidak membatalkan keputusan untuk mengembalikan yang bersangkutan," kata Yudi.

    ADVERTISEMENT

    Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri berkata status pegawai KPK yang sudah diberhentikan tak bisa serta merta dibatalkan. "Enggak, karena itu kan sudah dikembalikan sesuai aturan yang ada," ujar dia. Ia mengatakan Rossa bisa saja kembali kerja di KPK kalau ada perekrutan lagi.

    Sementara, menurut Yudi, polemik posisi koleganya ini sebenarnya sederhana. Ia mengatakan Pimpinan KPK sebetulnya bisa mencabut SK pemberhentian Kompol Rossa. "Sebenarnya tinggal dicabut oleh pimpinan," kata dia. Namun, ia heran mengapa pimpinan tak melakukannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.